Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

LandSpace Lakukan Uji Static Fire Roket Reusable Zhuque-3, Siap Tantang SpaceX

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
22 Okt 2025
135 dibaca
2 menit
LandSpace Lakukan Uji Static Fire Roket Reusable Zhuque-3, Siap Tantang SpaceX

Rangkuman 15 Detik

Industri luar angkasa swasta China terus berkembang dengan cepat dan berupaya menyaingi SpaceX.
LandSpace sedang mempersiapkan peluncuran roket Zhuque-3, yang merupakan roket pertama dapat digunakan kembali di China.
Penggunaan propelan metana dalam mesin roket menunjukkan upaya China untuk mengadopsi teknologi baru dalam peluncuran luar angkasa.
Industri antariksa swasta di China terus berkembang dengan cepat, berupaya menyaingi perusahaan besar seperti SpaceX. LandSpace, salah satu startup terkemuka di China, baru saja melakukan uji static fire untuk roket baru mereka yang bernama Zhuque-3. Uji static fire ini adalah ujian mesin roket yang dilakukan tanpa peluncuran, yang menandai kemajuan penting menjelang peluncuran roket tersebut ke orbit. Roket Zhuque-3 memiliki tinggi 66 meter dan mampu mengangkut beban hingga 18.300 kilogram ke orbit rendah bumi. Ini hampir sebanding dengan kemampuan roket Falcon 9 milik SpaceX yang terkenal, yang bisa membawa 22.800 kilogram. Zhuque-3 menggunakan sembilan mesin Tianque-12A yang berbahan bakar metana dan oksigen cair, sebuah inovasi yang mulai populer karena efisiensi dan kemudahan penggunaannya. Beberapa uji coba sebelumnya telah dilakukan LandSpace, termasuk uji terbang dan pendaratan roket bagian pertama di bulan September 2024. Selain itu, uji static fire sebelumnya pada Juni 2024 dengan sembilan mesin berlangsung sukses. Semua kegiatan ini menunjukkan kesiapan mereka untuk peluncuran orbital pertama dan upaya recovery tahap pertama roket kembali dengan aman. Namun, perjalanan industri antariksa swasta China juga penuh dengan tantangan dan kegagalan. Space Pioneer, pesaing LandSpace, pernah mengalami kecelakaan serius saat uji static fire, di mana tahap roket lepas landas tanpa disengaja dan jatuh di pegunungan. Kegagalan seperti ini mengingatkan pentingnya pengawasan dan prosedur keselamatan yang ketat meski dorongan untuk inovasi sangat besar. Para ahli, termasuk Elon Musk, menilai bahwa regulasi yang lebih longgar di China memungkinkan perusahaan bisa mencoba dan memperbaiki desain roket dengan cepat. Jika LandSpace berhasil melakukan peluncuran Zhuque-3 tepat waktu, hal ini bisa membawa industri antariksa China ke tingkat yang lebih tinggi dan membuat mereka semakin dekat menyaingi dominasi AS di luar angkasa.

Analisis Ahli

Elon Musk
Saya percaya China mendapatkan keunggulan dengan regulasi yang lebih longgar, memungkinkan iterasi rancangan lebih cepat dan meningkatkan daya saing mereka dengan SpaceX dalam waktu singkat.