TLDR
Desain bahan bakar nuklir dapat ditingkatkan dengan mengadopsi prinsip geometris dari alam. Struktur lattice TPMS menunjukkan potensi untuk meningkatkan efisiensi transfer panas dan keamanan reaktor. Kolaborasi antara lembaga penelitian dan universitas sangat penting untuk mengembangkan teknologi baru dalam energi nuklir. Para ilmuwan di Idaho National Laboratory mempelajari pola matematika di alam, khususnya permukaan minimal tripel periodik (TPMS), untuk menciptakan desain bahan bakar nuklir yang lebih baik. Struktur ini ditemukan di berbagai organisme hidup dan dikenal memiliki efisiensi tinggi dalam menjaga bentuk dan kekuatan sambil meminimalkan luas permukaan.Desain bahan bakar baru yang disebut INFLUX menggunakan struktur TPMS yang kompleks, menggantikan batang bahan bakar silinder tradisional yang sederhana. Model ini membuat kontak lebih banyak antara bahan bakar dan pendingin, sehingga meningkatkan transfer panas yang sangat penting untuk keamanan dan efisiensi reaktor.Dalam pengujian awal, model 3D-print INFLUX menunjukkan kemampuan transfer panas yang tiga kali lebih baik dibandingkan dengan desain bahan bakar konvensional. Hasil ini membuka peluang untuk menghasilkan daya lebih besar, mengurangi tekanan termal, dan memperpanjang usia bahan bakar.Membuat bahan bakar dengan bentuk rumit ini tidak mudah dan membutuhkan teknologi fabrikasi canggih seperti additive manufacturing dan hot-isostatic pressing. Para peneliti berhasil membuat prototipe bahan bakar dengan kombinasi bahan keramik dan logam yang siap diuji lebih lanjut.Masa depan bahan bakar nuklir mungkin akan banyak bergantung pada inovasi geometris seperti ini yang meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemungkinan penerapan pada reaktor mikro dan sistem pendingin gas. Ini merupakan langkah besar menuju teknologi reaktor yang lebih futuristik dan ramah lingkungan.