TLDR
Penelitian di SLAC mengembangkan cara baru untuk mempelajari target bahan bakar fusi. Foam 3D cetak menunjukkan potensi sebagai material untuk kapsul bahan bakar fusi. Memahami dan mengatasi kekurangan dalam desain kapsul sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi fusi. Penelitian di Laboratorium Nasional SLAC milik Departemen Energi Amerika Serikat telah membuka wawasan baru terkait desain kapsul bahan bakar untuk energi fusi inersia yaitu teknologi yang dapat menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan. Kapsul bahan bakar ini berbentuk kecil dan harus menahan kondisi ekstrem suhu dan tekanan sambil menjaga simetri kompresi agar proses fusi berjalan optimal.Empat riset utama yang dilakukan menggunakan fasilitas canggih Linac Coherent Light Source (LCLS) meneliti berbagai tantangan desain kapsul. Salah satunya mengukur perubahan suhu dan transisi material dari padat ke plasma sehingga energi dapat dibedakan antara untuk pemanasan dan kompresi.Peneliti juga mempelajari bagaimana gelombang kejut menyebar di busa cetak 3D sebagai bahan kapsul, memvalidasi model simulasi untuk memprediksi performa kapsul saat digunakan di reaktor fusi. Teknik ptycho-tomografi bahkan digunakan untuk membangun gambar 3D detail dari struktur busa sekecil 10 mikron.Selain itu, studi tentang pengaruh cacat kecil pada kapsul menunjukkan betapa pentingnya kualitas dan keseragaman material agar hasil energi dari fusi dapat dimaksimalkan. Penelitian ini merupakan bagian dari program akselerasi riset energi fusi yang bertujuan membuat teknologi fusi menjadi sumber energi masa depan yang nyata.Studi tambahan dari University of California San Diego juga memperkuat pemahaman tentang degradasi kapsul berbahan berlian akibat tekanan tinggi, yang dapat memperbaiki desain kapsul untuk mencapai implosi yang lebih seragam dan efisien. Semua temuan ini penting demi mewujudkan impian energi fusi sebagai solusi energi global.