Apple Ganti Kepala AI Setelah Apple Intelligence Dikecam dan Gagal Total
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Des 2025
197 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple menghadapi tantangan serius dalam pengembangan teknologi AI, terutama dengan Siri.
Perubahan kepemimpinan di divisi AI menunjukkan upaya Apple untuk mengejar ketertinggalan di pasar.
Keputusan untuk menggunakan teknologi Google menunjukkan perubahan strategi Apple dalam menghadapi kompetisi.
Apple mengumumkan bahwa John Giannandrea, kepala AI mereka sejak 2018, akan mundur dan hanya akan bertugas sebagai penasihat hingga musim semi. Penggantinya adalah Amar Subramanya, seorang eksekutif dari Microsoft yang juga berpengalaman lama di Google. Perubahan ini terjadi setelah Apple Intelligence, produk AI terbaru mereka, mendapat kritik keras sejak diluncurkan pada Oktober 2024 karena sering memberikan informasi yang tidak benar dan fitur yang tidak berfungsi.
Salah satu masalah besar adalah fitur ringkasan notifikasi yang menghasilkan headline palsu, termasuk informasi keliru yang dilaporkan oleh BBC tentang sebuah kasus pembunuhan dan kejuaraan olahraga. Selain itu, rencana pembaruan Siri yang dijanjikan mengalami penundaan dan menyebabkan gugatan kelas dari pembeli iPhone baru yang merasa ditipu karena fitur AI tidak hadir sesuai janji.
Menurut laporan Bloomberg, Giannandrea telah kehilangan kontrol atas proyek Siri sejak Maret, dan banyak masalah internal seperti komunikasi buruk serta pengelolaan anggaran yang tidak sinkron berdampak besar pada kemajuan AI Apple. Beberapa peneliti AI bahkan meninggalkan Apple untuk bergabung dengan perusahaan pesaing seperti OpenAI, Google, dan Meta.
Dalam upaya memperbaiki performa Siri, Apple kini mengandalkan teknologi Google Gemini, sebuah langkah mengejutkan mengingat persaingan ketat antara kedua perusahaan selama lebih dari 15 tahun. Subramanya akan memimpin tim AI Apple dengan tugas utama untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan teknologi AI mereka agar lebih kompetitif serta dapat memenuhi janji pasar.
Apple berbeda dari banyak pesaingnya karena mengutamakan privasi dengan memproses data AI langsung di perangkat pengguna menggunakan chip Apple Silicon serta teknologi Private Cloud Compute. Namun, model AI yang berjalan di perangkat cenderung lebih kecil dan kurang mampu dibandingkan dengan model besar yang dijalankan di pusat data pesaing, menimbulkan pertanyaan apakah pendekatan ini dapat berlanjut tanpa membatasi kemampuan AI Apple secara signifikan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Apple harus mengimbangi ambisi privasi-nya dengan investasi besar di data dan infrastruktur agar AI mereka bisa kompetitif di pasar global yang sangat berkembang pesat.Fei-Fei Li
Pendekatan Apple yang fokus pada pengolahan data di perangkat sangat menarik dari sisi privasi, namun mereka butuh kombinasi strategi hybrid agar dapat menandingi model AI besar di pasar.

