AI summary
Apple lebih fokus pada peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak daripada menonjolkan AI. Fitur-fitur AI yang diperkenalkan oleh Apple tidaklah baru dibandingkan dengan kompetitor. Apple menghadapi tantangan dalam bersaing di bidang AI dan mengalami keluar masuk peneliti di tim AI mereka. Acara peluncuran produk terbaru Apple menghadirkan pembaruan menarik pada iPhone, Apple Watch, dan AirPods, namun terkesan mengurangi sorotan terhadap kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tren saat ini. CEO Tim Cook mengumumkan pembaruan besar dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih baik, tapi AI lebih ditekankan untuk bekerja di belakang layar, bukan fitur utama yang terlihat langsung oleh konsumen.Apple menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan kinerja perangkat, seperti Neural Engine yang memperkuat kemampuan pemrosesan AI di iPhone terbaru, serta membangun neural accelerators di setiap core GPU sehingga memungkinkan pemrosesan AI yang sangat intensif. Fitur AI ini juga membantu pengalaman bermain game, fotografi, serta masa baterai yang lebih baik.Dalam perangkat AirPods, Apple mengintegrasikan AI untuk fitur penerjemahan langsung dan pemantauan detak jantung dengan model AI yang berjalan langsung di perangkat, menggunakan data dari studi besar dengan ratusan ribu partisipan. Apple Watch juga memakai algoritma machine learning untuk memantau tekanan darah dan detak jantung, sebuah teknologi yang sedang menunggu izin dari FDA untuk digunakan secara luas.Namun, berbeda dengan Google dan Samsung yang secara terang-terangan menampilkan fitur AI dan asisten digital mereka, Apple memilih pendekatan yang lebih tersembunyi dan konservatif. Hal ini terjadi di tengah laporan pengunduran diri peneliti AI penting dari Apple yang beralih ke perusahaan pesaing seperti Meta dan OpenAI, yang menambah kekhawatiran tentang posisi Apple dalam persaingan AI.Perusahaan teknologi besar saat ini berlomba besar-besaran di bidang AI dengan investasi mencapai belasan miliar dolar. Sementara itu, Apple tampak memilih jalur berbeda yang lebih fokus pada integrasi hardware dan AI yang berjalan di latar belakang. Jika Apple tidak meningkatkan inovasi AI yang terlihat dan interaktif, mereka mungkin akan sulit mengejar pesaing yang lebih agresif di era AI ini.
Apple sepertinya masih mempertahankan pendekatan konservatif terhadap AI, lebih memilih menyematkan kecerdasan buatan di balik layar daripada langsung menonjolkan fitur AI bagi pengguna. Meskipun stabil secara hardware, kekurangan tenaga peneliti AI berbakat bisa menghambat Apple dalam inovasi AI yang agresif dan mengubah pasar secara cepat.