TLDR
Inisiatif restorasi terumbu karang menggabungkan teknologi dan pengetahuan ekologi untuk memperbaiki kerusakan pada Great Barrier Reef. Deployment Guidance System (DGS) dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penanaman koral dengan presisi yang lebih baik. Proyek ini menunjukkan kolaborasi antara manusia dan mesin untuk mencapai dampak ilmiah yang lebih besar. Para ilmuwan di Australia sedang menguji sistem robotik baru yang dirancang untuk membantu mengembalikan bagian-bagian terumbu karang Great Barrier yang rusak akibat pemutihan berulang. Sistem ini menggabungkan pengetahuan ekologi dengan teknologi robotik dan kecerdasan buatan untuk menanam ribuan karang muda secara efektif.Sistem yang dikenal sebagai Deployment Guidance System (DGS) ini memanfaatkan model komputer yang informatif dan sensor untuk mengidentifikasi lokasi terbaik di dasar laut agar karang mempunyai peluang hidup lebih tinggi. DGS mampu menempatkan perangkat kecil berisi karang muda ke situs yang presisi menggunakan pemantauan kamera dan analisis AI secara langsung.Perangkat penanaman ini berupa objek keramik kecil yang melindungi karang muda pada tahap awal kehidupannya sehingga memberikan peluang hidup yang jauh lebih baik dibanding jika karang disebar secara acak di dasar laut yang sudah terdegradasi. Sistem ini mampu melakukan penanaman dalam radius yang sangat kecil, sesuatu yang sulit dilakukan secara manual dalam jumlah besar.Walaupun teknologi ini mengandalkan otomatisasi, manusia tetap berperan penting dalam prosesnya. DGS dapat memandu kapal secara otonom dan menanam perangkat, namun awak kapal juga dapat memasang perangkat sendiri pada lokasi yang sudah ditandai oleh sistem dengan fitur geo-tagging. Hal ini memudahkan pemantauan dan penelitian jangka panjang.Saat ini DGS sedang diuji coba dengan kapal berawak di perairan pesisir dan kapal kecil di terumbu luar. Ke depannya, sistem ini diharapkan bisa dikembangkan untuk dioperasikan oleh kapal permukaan otonom, sehingga meningkatkan skala dan efisiensi restorasi karang dan melibatkan lebih banyak pihak termasuk komunitas dan sektor pariwisata.