Sistem Robotik Baru Permudah Penanaman Karang Muda di Great Barrier Reef
Courtesy of InterestingEngineering

Sistem Robotik Baru Permudah Penanaman Karang Muda di Great Barrier Reef

Mengembangkan sistem robotik cerdas yang dapat menanam karang muda di lokasi terbaik guna meningkatkan peluang kelangsungan hidup karang dan mendukung restorasi terumbu karang Great Barrier Reef secara besar-besaran dan berkelanjutan.

01 Des 2025, 19.51 WIB
26 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Inisiatif restorasi terumbu karang menggabungkan teknologi dan pengetahuan ekologi untuk memperbaiki kerusakan pada Great Barrier Reef.
  • Deployment Guidance System (DGS) dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penanaman koral dengan presisi yang lebih baik.
  • Proyek ini menunjukkan kolaborasi antara manusia dan mesin untuk mencapai dampak ilmiah yang lebih besar.
Great Barrier Reef, Australia - Para ilmuwan di Australia sedang menguji sistem robotik baru yang dirancang untuk membantu mengembalikan bagian-bagian terumbu karang Great Barrier yang rusak akibat pemutihan berulang. Sistem ini menggabungkan pengetahuan ekologi dengan teknologi robotik dan kecerdasan buatan untuk menanam ribuan karang muda secara efektif.
Sistem yang dikenal sebagai Deployment Guidance System (DGS) ini memanfaatkan model komputer yang informatif dan sensor untuk mengidentifikasi lokasi terbaik di dasar laut agar karang mempunyai peluang hidup lebih tinggi. DGS mampu menempatkan perangkat kecil berisi karang muda ke situs yang presisi menggunakan pemantauan kamera dan analisis AI secara langsung.
Perangkat penanaman ini berupa objek keramik kecil yang melindungi karang muda pada tahap awal kehidupannya sehingga memberikan peluang hidup yang jauh lebih baik dibanding jika karang disebar secara acak di dasar laut yang sudah terdegradasi. Sistem ini mampu melakukan penanaman dalam radius yang sangat kecil, sesuatu yang sulit dilakukan secara manual dalam jumlah besar.
Walaupun teknologi ini mengandalkan otomatisasi, manusia tetap berperan penting dalam prosesnya. DGS dapat memandu kapal secara otonom dan menanam perangkat, namun awak kapal juga dapat memasang perangkat sendiri pada lokasi yang sudah ditandai oleh sistem dengan fitur geo-tagging. Hal ini memudahkan pemantauan dan penelitian jangka panjang.
Saat ini DGS sedang diuji coba dengan kapal berawak di perairan pesisir dan kapal kecil di terumbu luar. Ke depannya, sistem ini diharapkan bisa dikembangkan untuk dioperasikan oleh kapal permukaan otonom, sehingga meningkatkan skala dan efisiensi restorasi karang dan melibatkan lebih banyak pihak termasuk komunitas dan sektor pariwisata.
Referensi:
[1] https://interestingengineering.com/ai-robotics/robotics-meet-reef-recovery

Analisis Ahli

Dr. Ben Moshirian
"Teknologi DGS bukanlah alat pengganti manusia, melainkan alat yang memperkuat kolaborasi antara manusia dan mesin untuk meningkatkan dampak ilmiah pada restorasi terumbu karang."

Analisis Kami

"Penggabungan teknologi robotik dan AI dalam restorasi karang seperti DGS adalah langkah revolusioner yang dapat mengatasi kendala skala dan presisi penanaman yang selama ini menghambat keberhasilan restorasi. Namun, kesuksesan jangka panjang tergantung pada kolaborasi berkelanjutan antara ilmuwan, teknisi, dan masyarakat lokal agar solusi teknologi ini benar-benar efektif di lingkungan laut yang kompleks."

Prediksi Kami

Sistem ini kemungkinan besar akan mempercepat dan memperluas upaya restorasi karang dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal dan industri pariwisata, serta membuka jalan bagi operasi lebih mandiri menggunakan kapal otonom di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari sistem robotik baru yang sedang diuji di Australia?
A
Tujuan dari sistem robotik baru ini adalah untuk membantu memulihkan bagian dari Great Barrier Reef yang rusak akibat peristiwa pemutihan.
Q
Siapa yang memimpin inisiatif restorasi terumbu karang?
A
Inisiatif restorasi terumbu karang ini dipimpin oleh Australian Institute of Marine Science (AIMS) dan kolaborator di Reef Restoration and Adaptation Program (RRAP).
Q
Apa yang dimaksud dengan Deployment Guidance System (DGS)?
A
Deployment Guidance System (DGS) adalah sistem yang mengintegrasikan model data, sensor, dan otomatisasi untuk menempatkan koral muda di lokasi yang memiliki peluang terbaik untuk bertahan hidup.
Q
Bagaimana teknologi ini mendukung tim manusia dalam restorasi terumbu karang?
A
Teknologi ini mendukung tim manusia dengan memberikan panduan otonom untuk kapal dan mampu secara otomatis menempatkan perangkat penanaman koral, sehingga tim dapat kembali ke lokasi yang telah ditandai untuk pemantauan.
Q
Apa harapan untuk masa depan penggunaan DGS dalam restorasi terumbu karang?
A
Harapan untuk masa depan adalah bahwa versi DGS dapat beroperasi dari kapal permukaan otonom (ASVs) untuk memperluas skala penanaman koral.