TLDR
Robot Trovador mampu menanam pohon secara otonom di area yang sulit dijangkau. Proyek ini memiliki potensi besar untuk membantu pemulihan hutan di Portugal yang sering mengalami kebakaran. Model bisnis yang direncanakan akan membuat reforestasi lebih terjangkau dan efisien dibandingkan metode tradisional. Portugal menghadapi masalah serius akibat kebakaran hutan yang meluas dan berulang, terutama di daerah dengan medan terjal yang sulit dijangkau oleh manusia atau alat berat. Untuk mengatasi hal ini, dua mahasiswa dari Lisbon, Marta Bernardino dan Sebastião Mendonça, mengembangkan sebuah robot reboisasi bernama Trovador yang mampu menanam pohon secara otomatis di lokasi-lokasi berbahaya tersebut.Trovador merupakan robot enam kaki yang dirancang agar dapat berjalan di medan hingga lereng 45 derajat. Robot ini dilengkapi sistem AI yang membantu memetakan rintangan dan menganalisa kondisi tanah, seperti pH dan kelembapan, sebelum melakukan proses penanaman bibit pohon secara terencana dan efisien.Dalam uji awal mereka, versi prototipe robot ini terbukti mampu menanam dengan kecepatan 28 persen lebih cepat dibanding manusia dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup bibit sekitar 90 persen tanpa perlu perawatan tambahan. Keunggulan ini jauh melebihi metode aerial seeding menggunakan drone yang tingkat keberhasilannya sangat rendah.Proyek ini mendapat perhatian internasional dan penghargaan dari National Geographic serta pengakuan di kompetisi robotika Eropa. Pihak pengembang berencana menggunakan model bisnis layanan tanam pohon yang lebih terjangkau dan praktis bagi berbagai pihak seperti pemerintah daerah, perusahaan asuransi, dan LSM lingkungan hidup.Rencananya, Trovador akan dikembangkan lebih lanjut dan siap diterapkan dalam proyek reboisasi berskala besar pada tahun 2026, dengan harapan bisa mempercepat dan memperluas proses restorasi hutan di wilayah yang sering mengalami kebakaran dan kerusakan ekosistem yang parah.