TLDR
Cuckoo Eropa memiliki kemampuan unik untuk menipu induk burung lain agar membesarkan anak mereka. Evolusi cuckoo menunjukkan bagaimana spesies dapat beradaptasi melalui proses alami dalam menghadapi tekanan dari spesies lain. Populasi cuckoo Eropa menghadapi tantangan besar karena kehilangan habitat dan perubahan iklim yang mengancam keberadaan mereka. Burung cuckoo Eropa memiliki cara unik untuk bertelur, yaitu dengan meletakkan telur di sarang burung lain agar dibesarkan oleh burung tuan rumah. Untuk berhasil dalam cara ini, betina cuckoo menghasilkan telur dengan warna dan pola cangkang yang sangat beragam dan meniru telur tuan rumah mereka dengan tepat.Penelitian menemukan bahwa warna dasar telur cuckoo hampir seluruhnya diwariskan melalui kromosom W yang hanya dimiliki betina serta melalui DNA mitokondria. Ini memastikan warna telur yang dihasilkan oleh anak perempuan sama dengan induknya tanpa perubahan akibat gen dari jantan.Sedangkan pola-pola di cangkang telur dipengaruhi oleh gen yang berasal dari kromosom autosomal, yang diperoleh dari kedua induk. Hal ini berbeda dibandingkan dengan oriental cuckoo, kerabat dekat cuckoo Eropa, yang pola dan warna telurnya lebih ditentukan oleh gen autosomal dari kedua orangtua.Meski ada garis keturunan betina dengan warna dan pola telur berbeda yang mengarah ke penyesuaian terhadap berbagai spesies burung tuan rumah, cuckoo tetap satu spesies karena para betina bebas kawin dengan jantan manapun dan pertukaran gen tetap terjaga secara utuh.Walaupun cuckoo sangat adaptif dan menarik bagi para ahli biologi evolusi, populasinya menurun drastis hingga 65% di beberapa wilayah Eropa akibat perubahan iklim dan hilangnya habitat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya sistem parasitisme sarang yang unik ini dalam waktu dekat jika tidak ada upaya konservasi.