Waspada! Serangan Phishing AI Mengancam Jutaan Pelanggan Amazon Saat Black Friday
Teknologi
Keamanan Siber
27 Nov 2025
121 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan phishing terhadap pelanggan Amazon meningkat tajam, terutama menjelang Black Friday.
Pengguna disarankan untuk mengaktifkan passkey untuk meningkatkan keamanan akun mereka.
Kecerdasan buatan semakin digunakan oleh penjahat siber untuk membuat serangan lebih sulit dideteksi.
Serangan phishing yang menargetkan pelanggan Amazon meningkat pesat, terutama menjelang Black Friday, sebuah momen yang kini menjadi ladang bagi para penjahat siber. Mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat pesan palsu yang sangat meyakinkan yang sulit dibedakan dari aslinya.
Amazon merupakan merek yang paling sering dipalsukan, menyumbang sekitar 80% dari semua serangan phishing karena basis pelanggannya yang sangat besar. Serangan ini telah meningkat hingga 620% pada bulan November dan diperkirakan akan terus naik selama periode belanja puncak.
Teknologi AI memungkinkan para pelaku menggunakan bahasa yang sempurna secara tata bahasa dan desain yang profesional, sehingga tanda-tanda tipikal seperti kesalahan ejaan tidak lagi bisa diandalkan untuk mengenali penipuan. Ini membuat perlindungan dari serangan siber lebih sulit dibandingkan sebelumnya.
Menurut laporan Guardio, Amerika Serikat kehilangan lebih dari 432 juta dolar akibat penipuan belanja online pada tahun 2024, dan diperkirakan angka ini akan melampaui rekor tersebut di tahun 2025. Merek-merek besar lainnya juga menjadi target, termasuk Walmart, Costco, Apple, dan Verizon.
Amazon kini mendorong pelanggan untuk menggunakan fitur passkey sebagai metode masuk yang lebih aman, yang menggantikan kata sandi dengan biometrik seperti wajah dan sidik jari. Langkah ini sangat penting untuk melindungi pengguna dari pencurian kredensial dan menjaga keamanan selama lonjakan serangan cyber.
Analisis Ahli
Anne Cutler
Black Friday tidak perlu menjadi hari keberhasilan bagi para peretas. Dengan langkah proaktif dan pola pikir yang berfokus pada identitas, kita bisa menghindari kerugian besar selama musim belanja.