BMKG Peringatkan Waspada Banjir dan Longsor Akibat Siklon Tropis di Sumatera
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Nov 2025
244 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banjir dan longsor terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat hujan ekstrem.
BMKG memberikan peringatan dini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca.
Siklon Tropis KOTO dan gelombang Rossby Ekuator berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia.
Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini mengalami hujan dengan intensitas sangat tinggi yang menyebabkan bencana banjir dan longsor. Fenomena ini terkait dengan terbentuknya Siklon Tropis SENYAR di sekitar Selat Malaka, yang meningkatkan curah hujan di wilayah tersebut.
BMKG mencatat daerah seperti Aceh Utara dan Medan menerima curah hujan ekstrem dengan nilai sampai di atas 300 mm per hari. Selain itu, gelombang Rossby ekuator yang aktif juga memperparah kondisi hujan, sehingga risiko bencana alam menjadi sangat tinggi.
Siklon Tropis KOTO yang terbentuk di Laut Filipina juga berkontribusi terhadap kondisi cuaca di wilayah utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara dengan hujan sedang hingga lebat serta gelombang laut yang tinggi antara 1,25 sampai 4 meter.
BMKG mengeluarkan peringatan waspada hingga awas untuk sejumlah provinsi di Indonesia pada periode akhir November hingga awal Desember 2025. Peringatan ini mencakup potensi hujan sedang sampai ekstrem dan angin kencang di beberapa wilayah yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Ke depan, kondisi cuaca ini diperkirakan masih berlanjut dengan intensitas hujan yang bisa menimbulkan dampak kerusakan serius. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat dan pemerintah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana.
Analisis Ahli
Profesor Meteorologi Agus Santoso
Kombinasi siklon tropis dan gelombang Rossby memang biasa memperkuat intensitas curah hujan, terutama di wilayah ekuator seperti Sumatera. Ini adalah alarm serius untuk peningkatan kesiapsiagaan di Indonesia bagian barat.Dr. Rina Kartika, Ahli Kebencanaan
Penanganan risiko bencana harus melibatkan kolaborasi lintas sektor dan edukasi masyarakat, terutama di daerah rawan longsor dan banjir. Peringatan seperti BMKG harus diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

