Waspada Penipuan Siber di Amazon Saat Black Friday 2025 Mendekat
Teknologi
Keamanan Siber
25 Nov 2025
81 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon memperingatkan penggunanya tentang penipuan yang meningkat menjelang musim belanja.
FortiGuard Labs melaporkan adanya peningkatan domain berbahaya yang meniru merek besar.
Pengguna harus selalu waspada terhadap permintaan informasi pribadi, terutama saat berbelanja online.
Musim belanja Black Friday kini semakin dinanti-nanti, tapi juga membawa risiko keamanan siber yang besar, terutama bagi pengguna Amazon yang memiliki lebih dari 300 juta akun aktif. Amazon dengan tegas mengeluarkan peringatan bagi seluruh pengguna untuk waspada terhadap serangan penipuan yang mencoba mengakses informasi pribadi dan keuangan mereka.
FortiGuard Labs mempublikasikan laporan terbaru yang menunjukkan lonjakan pendaftaran domain bertema liburan, dengan ribuan domain berbahaya yang berpotensi digunakan untuk menipu pembeli online. Banyak dari domain ini meniru situs nama besar seperti Amazon, sehingga pengguna harus berhati-hati saat berselancar dan berbelanja online.
Para penipu kini menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan untuk membuat pesan palsu yang sangat meyakinkan, termasuk konfirmasi pesanan, situs web tiruan, dan layanan pelanggan palsu yang dapat mencuri data masuk dan informasi pembayaran dari pengguna.
Amazon menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta pembayaran melalui telepon atau mengirim email untuk memverifikasi data akun. Pengguna harus mengenali ciri-ciri phishing dan mengikuti panduan keamanan yang disediakan Amazon untuk melindungi diri mereka sendiri sepanjang tahun, tidak hanya saat musim liburan.
Penting bagi setiap pengguna untuk tetap waspada dan melakukan pemeriksaan ganda sebelum memberikan informasi pribadi secara online. Dengan meningkatnya serangan siber, edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data dan transaksi di platform e-commerce besar seperti Amazon.
Analisis Ahli
Anne Cutler
Scam di tahun ini akan sangat canggih dengan kecerdasan buatan yang digunakan untuk membuat pesan palsu yang sangat meyakinkan, menandakan bahwa teknologi dapat menjadi pedang bermata dua dalam keamanan siber.

