Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Astronot Sunita Williams dan Butch Wilmore Kembali Setelah Misi 9 Bulan di ISS

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
InterestingEngineering InterestingEngineering
19 Mar 2025
181 dibaca
1 menit
Astronot Sunita Williams dan Butch Wilmore Kembali Setelah Misi 9 Bulan di ISS

Rangkuman 15 Detik

Misi astronot Williams dan Wilmore diperpanjang karena masalah teknis dengan Starliner.
Williams telah menghabiskan total 608 hari di luar angkasa, menjadikannya astronot AS kedua paling berpengalaman.
ISS berfungsi sebagai laboratorium penelitian penting dan platform untuk diplomasi ilmiah.
Astronot Sunita Williams dan Butch Wilmore berhasil kembali ke Bumi setelah menghabiskan 286 hari di luar angkasa, lebih lama dari misi biasa yang biasanya berlangsung enam bulan. Mereka kembali menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon setelah mengalami penundaan karena masalah teknis dengan pesawat luar angkasa Boeing Starliner. Williams dan Wilmore, yang merupakan mantan pilot uji Angkatan Laut AS, melakukan perjalanan kembali selama 14 jam dan mendarat di Teluk Meksiko dekat Tallahassee, Florida. Setelah mendarat, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Pusat Luar Angkasa Johnson NASA di Houston. Selama di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Williams dan Wilmore melakukan penelitian ilmiah dan pemeliharaan rutin. Williams juga melakukan dua kali spacewalk, yaitu bekerja di luar ISS. Misi mereka dimulai pada 5 Juni 2024, dan meskipun seharusnya hanya berlangsung delapan hari, masalah pada sistem propulsi Starliner menyebabkan mereka harus tinggal lebih lama. ISS adalah laboratorium penelitian yang telah dihuni oleh astronot dari berbagai negara selama hampir 25 tahun.

Analisis Ahli

Chris Hadfield
Kejadian ini memperlihatkan betapa pentingnya kesiapan dan fleksibilitas dalam misi luar angkasa, serta kolaborasi antar negara dan perusahaan swasta untuk menjaga keselamatan kru dan kelangsungan operasi ISS.
Peggy Whitson
Misi panjang seperti ini sangat melelahkan secara fisik dan mental, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan pasca-misi tidak boleh dianggap remeh karena efek jangka panjang tinggal di luar angkasa.