Astronaut Terjebak di Luar Angkasa Akibat Masalah Pesawat, Kembali dengan Bantuan SpaceX
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
19 Mar 2025
238 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Starliner mengalami penundaan yang signifikan akibat masalah teknis.
Keterlibatan politik antara dua pemerintahan AS mempengaruhi keputusan terkait misi luar angkasa.
Astronot memiliki pelatihan untuk menghadapi situasi darurat dan tinggal lebih lama di luar angkasa.
Empat astronaut berhasil mendarat di laut Florida pada pukul 5:57 sore EDT setelah menjalani misi yang tidak terduga. Sunita Lyn "Suni" Williams dan Barry Eugene "Butch" Wilmore diluncurkan pada 5 Juni 2024 untuk menguji Starliner, pesawat luar angkasa dari Boeing. Meskipun mereka hanya merencanakan tinggal selama dua minggu di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), masalah teknis membuat mereka terpaksa tinggal lebih lama. Setelah menunggu beberapa bulan, mereka akhirnya bisa kembali ke Bumi dengan misi SpaceX yang diluncurkan pada 28 September 2024.
Kembalinya mereka menjadi isu politik antara pemerintahan Presiden Joe Biden dan Donald Trump. Elon Musk, pemilik SpaceX, mengklaim bahwa pemerintahan Biden telah meninggalkan astronaut tersebut. Namun, setelah Trump dilantik, ia meminta Musk untuk segera membawa mereka pulang. Akhirnya, Williams dan Wilmore berhasil kembali ke Bumi setelah menghabiskan 286 hari di luar angkasa, melakukan 4.576 orbit di sekitar Bumi, dan menjalankan berbagai eksperimen penting di ISS.
Analisis Ahli
Thomas Zurbuchen (NASA Associate Administrator)
Situasi ini menegaskan pentingnya diversifikasi mitra transportasi luar angkasa untuk memastikan keselamatan dan kelancaran misi luar angkasa jangka panjang.Elon Musk (CEO SpaceX)
Teknologi kami siap untuk mendukung misi beragam dengan keandalan tinggi, namun koordinasi jadwal dan kesiapan misi harus selalu dimaksimalkan bersama semua pihak.