Gangguan Kabel Laut Papua: Upaya Pemulihan Layanan Telekomunikasi Terus Berjalan
Teknologi
Keamanan Siber
27 Agt 2025
17 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gangguan telekomunikasi di Papua disebabkan oleh putusnya kabel laut.
Telkom Group dan Kementerian Komunikasi dan Digital sedang berupaya memulihkan layanan telekomunikasi.
Perbaikan kabel SKKL dijadwalkan berlangsung hingga September 2025.
Pada Juli dan Agustus 2025, sistem kabel laut yang menghubungkan wilayah Papua Selatan dan Papua Tengah mengalami putus pada dua titik utama yaitu Sorong-Fakfak dan Timika-Merauke. Gangguan ini menyebabkan menurunnya kualitas layanan telekomunikasi di kedua provinsi tersebut, khususnya pada layanan internet 4G yang dibatasi kecepatannya.
Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Telkom Group melakukan berbagai upaya pemulihan, termasuk mengerahkan kapal khusus untuk perbaikan kabel yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerusakan. Jadwal perbaikan diperkirakan selesai pada September 2025 sehingga layanan diharapkan kembali normal setelah itu.
Selama masa perbaikan, layanan telekomunikasi di Papua Selatan mengalami degradasi dengan keterbatasan kapasitas karena mengandalkan sistem backup seperti satelit dan microwave. Sementara di Papua Tengah, layanan 2G tetap normal namun 4G dibatasi kecepatan maksimal 1 Mbps untuk setiap pengguna.
Sebagai langkah mitigasi sementara, pihak berwenang menyediakan WiFi Corner di beberapa titik strategis, termasuk di Merauke, serta posko internet gratis di kantor pemerintah dan markas kepolisian. Selain itu, terdapat kompensasi khusus bagi pelanggan Telkomsel dan Indihome yang terdampak karena gangguan ini.
Dukungan keamanan dari TNI dan Polri juga diterjunkan untuk menjaga infrastruktur Telkom Group selama proses perbaikan berlangsung. Meskipun masyarakat masih dapat menikmati layanan, mereka harus menghadapi penurunan kualitas hingga perbaikan kabel laut rampung pada 19 September 2025.
Analisis Ahli
Ahmad Zaki, pakar teknologi telekomunikasi
Kejadian ini menunjukkan pentingnya diversifikasi jalur komunikasi dan peningkatan kapasitas backup dengan teknologi satelit dan microwave agar gangguan fisik pada kabel bawah laut tidak berdampak luas pada pelayanan masyarakat.Dewi Lestari, analis infrastruktur digital
Penanganan cepat yang dilakukan Komdigi dan Telkom Group sudah tepat, terutama dalam penyediaan fasilitas alternatif seperti WiFi Corner dan internet gratis, yang sangat membantu komunitas terdampak sementara menunggu perbaikan selesai.

