TLDR
Material berbasis tanah liat dapat mempercepat proses konstruksi rumah. Inovasi ini memiliki potensi untuk membantu penyediaan tempat tinggal setelah bencana alam. Material ini jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton tradisional yang berbasis semen. Krisis perumahan global semakin membutuhkan solusi konstruksi yang tidak hanya cepat tapi juga ramah lingkungan. Oregon State University mengembangkan bahan konstruksi baru yang berbasis tanah liat dan menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk mempercepat proses pembangunan rumah.Bahan ini menggunakan proses kimia disebut frontal polymerization yang memungkinkan material mengeras segera setelah dicetak. Keunggulan ini juga memperbolehkan pembuatan struktur seperti atap atau dinding melayang tanpa membutuhkan penyangga sementara.Selain cepat, bahan ini juga lebih ramah lingkungan karena menggantikan semen yang berkontribusi besar pada emisi karbon dengan tanah, serat hemp, pasir, dan biochar. Biochar memiliki kemampuan menyimpan karbon yang cukup tinggi sehingga ikut mengurangi jejak karbon keseluruhan.Kekuatan material ini mencapai 3 MPa langsung setelah pencetakan dan terus menguat hingga melampaui standar konstruksi rumah dalam 3 hari. Ini artinya pembangunan bisa jauh lebih cepat dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan berhari-hari bahkan minggu.Saat ini fokus penelitian adalah menurunkan biaya produksi dan mendapatkan sertifikasi keamanan dari ASTM agar bahan ini bisa dipakai secara luas. Teknologi ini sangat bermanfaat terutama untuk pembangunan cepat setelah bencana alam, memberikan harapan baru untuk masa depan konstruksi berkelanjutan.