Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Material Bangunan Ramah Lingkungan dari Kardus dan Tanah Gantikan Beton

Sains
Iklim dan Lingkungan
InterestingEngineering InterestingEngineering
22 Sep 2025
107 dibaca
2 menit
Material Bangunan Ramah Lingkungan dari Kardus dan Tanah Gantikan Beton

Rangkuman 15 Detik

Bahan bangunan baru ini menggunakan kardus, air, dan tanah, menawarkan solusi berkelanjutan untuk konstruksi.
Inovasi ini dapat mengurangi limbah kardus dan emisi karbon dari produksi beton.
Proses produksi yang dapat dilakukan di lokasi konstruksi mengurangi biaya dan permintaan material.
Para peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) di Australia telah mengembangkan bahan bangunan baru yang berkelanjutan dengan menggabungkan kardus, air, dan tanah. Material ini dikenal sebagai cardboard-confined rammed earth dan menawarkan alternatif yang lebih hijau dibandingkan beton. Ini bertujuan mengatasi dua masalah utama yaitu limbah kardus yang bertumpuk dan emisi karbon besar dari produksi semen dan beton. Inovasi ini menggabungkan metode bangunan kuno rammed earth, yang menggunakan lapisan tanah yang dipadatkan, dengan adaptasi menggunakan kardus sebagai bentuk. Dengan teknologi ini, kardus bertindak sebagai pembentuk yang kuat dan bisa digunakan langsung di lokasi pembangunan, sehingga mengurangi kebutuhan pengangkutan bahan berat seperti batu bata dan beton. Material baru ini memiliki jejak karbon hanya seperempat dari beton dan biaya produksinya kurang dari sepertiga beton. Selain itu, rammed earth memiliki sifat termal yang menguntungkan, menjaga suhu dan kelembapan dalam ruangan secara alami, sehingga mengurangi kebutuhan sistem pendingin yang bisa menambah emisi karbon. Penelitian tim RMIT juga menemukan bahwa ketebalan kardus mempengaruhi kekuatan material tersebut. Dengan formula khusus, konstruksi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan kekuatan bangunan. Penggunaan karbon fiber juga pernah diuji dan dapat meningkatkan kekuatan material agar mendekati beton performa tinggi. Metode ini sangat cocok untuk daerah terpencil dengan tanah merah melimpah, karena hampir semua bahan dapat diambil dari lokasi. Ini dapat mengurangi biaya dan penggunaan energi dalam pengangkutan material. Tim RMIT kini siap bekerja sama dengan industri untuk menjadikan bahan ini solusi konstruksi berkelanjutan yang lebih luas.

Analisis Ahli

Dr. Jiaming Ma
Inovasi ini bisa merevolusi desain bangunan dengan bahan yang mudah didaur ulang dan berkinerja baik secara termal, mendukung tujuan net zero global.
Yi Min ‘Mike’ Xie
Pendekatan produksi di lokasi meminimalisasi kebutuhan transportasi dan logistik berat, sangat ideal untuk konstruksi di area terpencil.