Xiriton: Beton Biobased Ramah Lingkungan untuk Restorasi Pesisir dan Konstruksi
Sains
Iklim dan Lingkungan
25 Nov 2025
220 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Xiriton menunjukkan potensi sebagai material ramah lingkungan untuk restorasi pesisir.
Material ini dapat membantu mendukung pertumbuhan kerang dan memulihkan biodiversitas ekosistem.
Pendekatan biobased dalam konstruksi dapat mengubah cara kita melindungi pesisir dan lingkungan.
Para peneliti di Royal Netherlands Institute for Sea Research (NIOZ) mengembangkan dan menguji Xiriton, sebuah material beton berbasis bahan hayati yang terdiri dari rumput, pozzolan vulkanik, kapur, cangkang, pasir, dan air laut. Material ini didesain khusus untuk digunakan dalam proyek restorasi ekosistem pesisir yang sedang rusak akibat berbagai faktor alami dan manusia.
Percobaan dilakukan di Yerseke, Belanda, di mana blok-blok Xiriton diletakkan di sebuah lumpur pasang surut pantai untuk diamati selama satu tahun. Hasil yang sangat menggembirakan menunjukkan bahwa sekitar 70 persen permukaan blok tertutup oleh organisme hidup seperti tiram, kerang, dan alga setelah satu tahun, yang menandakan keberhasilan indikator lingkungan yang mendukung pemulihan biota laut.
Keunggulan lain dari Xiriton adalah pH-nya yang netral pada rentang 8 hingga 9, lebih rendah dibanding beton standar yang biasanya bersifat sangat alkalin. Hal ini menimbulkan kondisi yang lebih ramah bagi pertumbuhan makhluk laut. Material ini juga telah diuji kekuatannya dengan metode arus kuat dan tahan hingga 63 hari, menunjukkan tingkat kekuatan yang setara dengan semen Romawi yang terkenal tahan lama.
Selain kekuatan dan kompatibilitas ekologis, Xiriton dapat disesuaikan masa pakainya sehingga dapat terurai secara alami setelah ekosistem berhasil stabil dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Ini menjadi solusi jangka panjang untuk masalah keberlanjutan proyek restorasi pantai dan pengurangan limbah material sisa bangunan di lingkungan laut.
Lebih jauh, penemuan ini membuka potensi penggunaan Xiriton dalam bidang konstruksi bangunan hingga tiga lantai dengan cara yang hemat energi karena tidak membutuhkan proses pembakaran dan penggunaan air tawar, melainkan bisa memakai air laut. Para ahli optimis bahwa bahan biobased ini akan menjadi kunci transformasi menuju pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.
Analisis Ahli
Victoria Mason
Material ini cocok untuk restorasi intertidal karena tidak berbahaya dalam jangka pendek maupun panjang, dan bisa disesuaikan untuk kebutuhan masa pakai tertentu.Frank Bucher
Xiriton bisa menjadi pengganti bata dan semen dalam bangunan hingga tiga lantai dengan keuntungan penggunaan air laut dan tanpa proses pembakaran.Jim van Belzen
Pendekatan berbasis biomassa dan material hijau bukan sekedar pilihan, melainkan keharusan untuk masa depan penjagaan keselamatan air dan pembangunan yang berkelanjutan.

