Bubuk Kaca Daur Ulang Stabilkan Blok Tanah, Alternatif Ramah Lingkungan Pengganti Semen
Sains
Iklim dan Lingkungan
23 Jul 2025
210 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan gelas daur ulang dapat menggantikan semen dalam blok tanah terkompresi.
Blok tanah terkompresi yang menggunakan gelas daur ulang menunjukkan peningkatan kekuatan tekan hingga 90%.
Inovasi ini mendukung tujuan ekonomi sirkular dalam konstruksi dan mengurangi limbah.
Para ilmuwan dari Universitas Portsmouth di Inggris telah menemukan bahwa bubuk kaca daur ulang dapat digunakan untuk menstabilkan blok tanah padat, memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan semen standar. Blok tanah padat biasanya terbuat dari campuran subsoil, seperti tanah liat, pasir, dan agregat, yang mengeras melalui proses pengeringan udara tanpa perlu dibakar dalam kiln seperti batu bata konvensional.
Semen selama ini sering digunakan untuk membuat blok tanah padat menjadi kuat, tetapi produksi semen memberikan dampak lingkungan yang besar. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan partikel kaca daur ulang dalam rasio hingga 25%, dan hasil terbaik didapat dari campuran 10% kapur dan 10% kaca daur ulang yang menghasilkan blok dengan kekuatan paling tinggi dan tidak retak saat diuji tekanan.
Blok tanah yang menggunakan kaca daur ulang dan kapur menunjukkan peningkatan 90% dalam kekuatan tekan dibandingkan blok tanpa stabilisasi, dengan nilai tekan hingga 5,77 MPa setelah 28 hari. Selain itu, kekuatan tarik block juga meningkat sebesar 30% dibandingkan blok tanpa bahan tambahan. Peneliti juga memeriksa struktur mikro blok menggunakan mikroskop elektron dan menemukan tidak adanya retak pada campuran optimal.
Penemuan ini membuka peluang besar untuk mengurangi penggunaan semen dan jejak karbon di industri konstruksi sekaligus mendukung ekonomi sirkular dimana limbah kaca yang biasanya dibuang bisa diolah kembali menjadi bahan bangunan yang bernilai. Ini membawa harapan terhadap pembangunan bangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan serta pengurangan limbah di tempat pembuangan akhir.
Selain itu, riset di Jepang juga menunjukkan perkembangan material baru berbasis geopolimer yang menggabungkan limbah konstruksi dan kaca daur ulang sebagai bahan penguat tanah, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada semen dan memanfaatkan limbah secara lebih efisien. Inovasi ini semakin mendukung arah teknologi konstruksi yang ramah lingkungan di masa depan.
Analisis Ahli
Dr Muhammad Ali
Campuran kapur dan kaca daur ulang bukan hanya meningkatkan kekuatan struktural balok tanah, tetapi juga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular dalam konstruksi modern.

