Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Alasan AI Membuat Perusahaan Beralih Dari Cloud ke Edge Computing

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
24 Nov 2025
167 dibaca
1 menit
Alasan AI Membuat Perusahaan Beralih Dari Cloud ke Edge Computing

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan semakin menggeser fokus dari komputasi awan ke komputasi tepi untuk mengurangi latensi.
Pendekatan hibrid antara AI di cloud dan di tepi akan menjadi norma dalam penerapan teknologi di masa depan.
Kepercayaan pada sistem lokal menjadi penting, terutama dalam aplikasi yang kritis seperti pertahanan.
Sepuluh tahun lalu, AI masih dianggap fiksi ilmiah, dan cloud computing menjadi solusi utama untuk menyimpan dan mengolah data besar. Cloud memungkinkan bisnis menyimpan data dalam jumlah besar dan mengakses layanan secara dinamis lewat internet. Dengan hadirnya AI yang membutuhkan kecepatan sangat tinggi, perusahaan mulai mengadopsi edge computing, yaitu memproses data dekat dengan sumbernya untuk mengurangi latensi yang kerap menghambat respons sistem AI di cloud. Edge computing sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan keputusan kilat seperti kendaraan otonom, sistem pertahanan, dan manufaktur yang kritikal. Namun, bukan berarti cloud ditinggalkan seluruhnya, karena setiap sistem memiliki kebutuhan berbeda. Latent AI mengembangkan toolkit dan platform AI tangguh yang dapat digunakan di lapangan tanpa perlu koneksi internet, membantu para pengguna militer dan industri menjalankan AI secara lokal dengan perangkat seperti Jetson box dari NVIDIA. Ke depan, kombinasi antara edge dan cloud akan menjadi pilihan standar, di mana para pemimpin bisnis harus menentukan pendekatan mana yang paling pas untuk tiap beban kerja, memastikan AI dapat berjalan cepat, aman, dan andal.

Analisis Ahli

Jags Kandasamy
AI di masa depan harus terdistribusi dan adaptif, bergerak menuju edge-native intelligence yang dapat beroperasi secara independen dalam lingkungan yang penuh tantangan.
Tushar Panthari
Perdebatan antara Edge AI dan Cloud AI akan bergeser ke memilih solusi yang paling sesuai kebutuhan, dengan pendekatan hybrid sebagai kebijakan default pada 2025.