Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Rancang Satelit Surya untuk Pusat Data AI di Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Forbes Forbes
11 Nov 2025
210 dibaca
2 menit
Google Rancang Satelit Surya untuk Pusat Data AI di Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Proyek Suncatcher berpotensi menjadi solusi inovatif untuk pembangkitan energi yang berkelanjutan bagi kecerdasan buatan.
Pencapaian teknologi komunikasi optik di luar angkasa dapat merevolusi cara data diproses dan disimpan.
Kerja sama dengan perusahaan seperti Planet dan SpaceX sangat penting untuk realisasi ambisi Proyek Suncatcher.
Google meluncurkan proyek ambisius bernama Project Suncatcher yang bertujuan menggunakan energi matahari dari luar angkasa untuk mendukung komputasi AI. Proyek ini berfokus pada pembangunan konstelasi satelit di orbit rendah Bumi yang bisa menyediakan energi jauh lebih besar daripada panel surya di Bumi. Satelit-satelit ini akan dilengkapi dengan chip AI khusus dan saling terkoneksi menggunakan komunikasi optik berkecepatan sangat tinggi hingga 1,6 terabit per detik. Dengan cara ini, satelit tersebut dapat beroperasi sebagai satu pusat data terdistribusi secara efisien di ruang angkasa. Google telah menguji ketahanan chip Trillium TPU terhadap radiasi luar angkasa dan menunjukkan hasil yang menjanjikan, meskipun masih perlu studi lebih lanjut untuk memastikan keandalan jangka panjang dalam lingkungan seperti itu. Selain itu, untuk suksesnya proyek juga diperlukan penurunan besar biaya peluncuran satelit. Proyek ini mengatasi berbagai tantangan teknis serius seperti menjaga posisi formasi satelit yang stabil, menghadapi gangguan gravitasi, serta memastikan perangkat keras tetap tahan lama dan dapat diandalkan selama bertahun-tahun. Google berencana menguji cobanya dengan meluncurkan dua prototipe satelit pada tahun 2027. Walaupun masih jauh dari solusi akhir, Project Suncatcher menunjukkan bagaimana industri teknologi mulai mencari solusi yang berkelanjutan dan skala besar untuk kebutuhan energi komputasi AI yang terus meningkat, bahkan jika itu berarti memanfaatkan sumber daya dari luar planet Bumi.

Analisis Ahli

Elon Musk
Inisiatif seperti ini membuka peluang besar untuk masa depan komputasi yang benar-benar global dan berkelanjutan, tapi tantangannya sangat besar terutama di aspek biaya dan kontrol orbit.
Andrew Ng
Memindahkan komputasi AI ke luar angkasa adalah ide cemerlang untuk mengatasi keterbatasan sumber daya di Bumi, namun harus diimbangi dengan pengembangan teknologi sumber daya manusia dan perangkat lunak yang efisien.