TLDR
Helsing membuka pabrik pertama di Inggris untuk memproduksi drone pemburu kapal selam. Drone SG-1 Fathom mampu beroperasi di bawah air dengan daya tahan hingga tiga bulan. Integrasi Lura AI dengan drone meningkatkan kemampuan deteksi dan pengawasan di daerah maritim. Helsing, perusahaan teknologi pertahanan asal Eropa, telah membuka pabrik bernama Resilience Factory di Plymouth, Inggris, untuk memproduksi drone pemburu kapal selam modern yang diintegrasikan dengan kecerdasan buatan. Pabrik ini merupakan yang pertama di Inggris dan akan menjadi pusat unggulan maritim serta riset dan pengembangan.Drone yang diproduksi bernama SG-1 Fathom adalah perangkat bawah laut berukuran kompak dan ringan sehingga mudah dioperasikan oleh kru kecil dari berbagai jenis kapal. Drone ini memiliki kecepatan rendah, tapi kekuatan utama terletak pada daya tahan operasionalnya hingga tiga bulan sehingga bisa digunakan dalam pengawasan jangka panjang.Sistem AI bernama Lura yang dikembangkan Helsing bertugas menginterpretasi sinyal akustik dari berbagai kapal dan kapal selam. Dengan kemampuan identifikasi yang jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan manusia, Lura memungkinkan penyebaran drone secara masif untuk penjagaan wilayah laut yang luas.Pabrik di Plymouth telah memulai produksi dan pengujian telah dilakukan di lokasi-lokasi penting seperti Turnchapel Wharf serta BUTEC di Skotlandia. Selain melindungi kapal dan personel militer, drone ini dapat menjaga keamanan infrastruktur kritis bawah laut yang menjadi target potensial ancaman.Hanya dengan satu operator manusia sudah memungkinkan mengelola banyak drone SG-1 Fathom sekaligus, menjadikan sistem ini terjangkau dan efisien. Inovasi ini diperkirakan akan memperkuat kemampuan pertahanan maritim aliansi negara-negara yang menjadi pengguna teknologi ini.