TLDR
Nvidia mengalami pertumbuhan luar biasa dalam pendapatan dan laba murni. Chip Blackwell menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Jensen Huang menekankan pentingnya AI dalam revolusi teknologi yang akan datang. Nvidia baru saja mengumumkan pendapatan kuartal ketiga tahun 2026 mencapai angka luar biasa sebesar US$57 miliar. Angka ini menjadi rekor baru bagi perusahaan yang dikenal dengan chip grafis dan teknologi AI-nya. Selain itu, laba bersih yang dihasilkan bahkan mencapai sekitar Rp 67 juta per detik, menunjukkan performa bisnis yang sangat kuat.Salah satu sektor yang sangat membantu pertumbuhan Nvidia adalah pusat data, yang kali ini mencapai pendapatan US$51,2 miliar, naik 66% dibandingkan tahun 2024. Hal ini terutama didorong oleh permintaan tinggi terhadap chip Blackwell Ultra, yang membuktikan bahwa teknologi Nvidia sangat dibutuhkan dalam dunia komputasi modern.Selain pusat data, sektor gaming juga mengalami peningkatan pendapatan hingga 30% dalam setahun. Meskipun seri RTX 50 menerima ulasan beragam, penjualan tetap kuat dan Nvidia berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri kartu grafis untuk gaming dan profesional.CEO Nvidia, Jensen Huang, juga menanggapi kekhawatiran pasar terkait adanya gelembung AI. Ia memandang perkembangan AI sebagai sesuatu yang telah mencapai titik kritis dan akan memicu revolusi besar melalui agen AI dan aplikasi fisik yang lebih luas di masa mendatang.Dengan proyeksi pendapatan kuartal keempat hingga US$65 miliar, Nvidia menunjukkan bahwa mereka optimis untuk terus berkembang dan mendominasi pasar teknologi tinggi, terutama di tengah kondisi geopolitik yang kompleks antara AS dan China.