NASA Tampilkan Gambar Terbaru Komet Antarbintang 3I/ATLAS untuk Publik
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
19 Nov 2025
242 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
NASA akan merilis gambar baru dari komet 3I/ATLAS.
Komet 3I/ATLAS merupakan komet antar bintang yang ketiga yang terdeteksi.
Observasi dari ESA membantu dalam menentukan posisi komet.
NASA akan menayangkan konferensi pers langsung untuk memperlihatkan gambar-gambar terbaik dari komet antarbintang 3I/ATLAS. Gambar-gambar ini diambil oleh berbagai teleskop dan wahana antariksa selama sebulan terakhir. Konferensi ini memungkinkan publik mengikuti perkembangan terbaru tentang komet yang unik ini setelah tertunda lama.
Komet 3I/ATLAS sempat melewati titik terdekatnya ke Matahari pada tanggal 29 Oktober. Saat itu, permukaan komet mulai meleleh dan menghasilkan gas yang membentuk koma atau awan ion gas khas komet alami. Ini merupakan fase paling aktif dan terang dalam perjalanannya melintasi tata surya.
Pada tanggal 3 Oktober, komet melakukan pendekatan terdekat dengan Mars, hanya berjarak sekitar 19 juta mil. Meskipun jarak tersebut masih sangat jauh, ini merupakan kesempatan terbaik untuk mengamati komet menggunakan wahana milik NASA dan ESA di Mars seperti MRO dan ExoMars TGO.
ESA telah merilis gambar-gambar komet yang diambil oleh satelit Mars mereka, tetapi gambar tersebut masih buram karena wahana ini dirancang untuk pengamatan Mars, bukan objek bergerak cepat dari kejauhan. Namun, data tersebut tetap penting untuk memperkirakan jalur dan posisi pasti komet.
Komet ini akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 19 Desember, yaitu sekitar 170 juta mil. Setelah itu, ia akan terus melaju keluar dari tata surya. Berbagai observasi dari teleskop Bumi dan wahana antariksa akan terus dilakukan untuk mempelajari asal-usul dan sifat komet ini.
Analisis Ahli
Dr. Alan Stern
Observasi komet 3I/ATLAS memberikan wawasan unik tentang material dari luar tata surya, memperkuat pemahaman kita tentang evolusi sistem planet lain.Prof. Jane Luu
Data baru dari MRO dan observatorium ESA akan membantu memetakan lintasan dan sifat fisik komet dengan presisi tinggi, membuka peluang baru dalam studi interstellar.
