Neuron Artifisial Fleksibel: Langkah Baru Menuju Robot Mirip Manusia
Sains
Neurosains and Psikologi
19 Nov 2025
198 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Transneuron dapat meniru berbagai fungsi otak manusia dengan akurasi tinggi.
Penelitian ini membuka jalan untuk pengembangan robot yang lebih mirip manusia dan dapat belajar seumur hidup.
Komponen memristor memungkinkan fleksibilitas dalam fungsi neuron buatan tanpa memerlukan perangkat lunak.
Para ilmuwan berhasil menciptakan satu neuron artifisial yang dapat menirukan aktivitas dari berbagai bagian otak manusia, termasuk yang berperan dalam penglihatan, perencanaan, dan gerakan. Ini merupakan terobosan penting dalam pengembangan mesin yang dapat merasakan dan merespons dunia secara alami seperti manusia.
Transneuron ini menggunakan komponen nanoskal bernama memristor yang mengubah pola pulsa listriknya tanpa perlu perangkat lunak khusus. Perubahan pada suhu, tekanan, dan tegangan listrik memengaruhi cara neuron ini berfungsi, sehingga dapat berperan sebagai berbagai jenis neuron dengan hanya mengubah setting listriknya.
Tim peneliti menguji transneuron dengan memasukkan sinyal listrik dan membandingkan pola pulsanya dengan neuron nyata dari monyet makaka. Hasilnya, pola dari tiga area otak berbeda berhasil direproduksi dengan tingkat akurasi hingga 100%, mulai dari pola tembakan pulsa yang stabil hingga yang tidak teratur.
Lebih dari sekedar meniru aktivitas, transneuron dapat memproses informasi langsung. Misalnya, jika diberi dua sinyal secara bersamaan, respons neuron ini berbeda bergantung pada waktu masuknya sinyal tersebut, sebuah kemampuan yang biasanya membutuhkann banyak neuron artifisial.
Peneliti berencana mengembangkan jaringan transneuron menjadi sebuah 'korteks dalam chip' yang akan membantu robot untuk merasakan dan beradaptasi dengan lingkungan secara real-time. Ini membuka peluang untuk robot dengan sistem saraf buatan yang efisien dan hemat energi, bahkan bisa berinteraksi langsung dengan sistem saraf manusia.
Analisis Ahli
Professor Sergey Saveliev
Neuron artifisial ini menunjukkan kemampuan untuk meniru perilaku neuron di berbagai area otak, membuka peluang untuk chip yang melakukan tugas kompleks dengan perangkat keras minimal.Dr Sergei Gepshtein
Transneuron membantu bergerak menuju perangkat keras yang memproses informasi secara mirip dengan otak, bukan hanya simulasi dalam perangkat lunak.Professor Joshua Yang
Sistem saraf buatan bisa mengurangi penggunaan energi dan mendukung pembelajaran seumur hidup pada robot.
