Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Menggunakan Otak Mini Hidup untuk Komputer Hemat Energi Masa Depan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
20 Okt 2025
13 dibaca
2 menit
Menggunakan Otak Mini Hidup untuk Komputer Hemat Energi Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Biocomputing menggunakan neuron hidup untuk meningkatkan efisiensi komputasi.
Tantangan dalam pemeliharaan organoid neuron masih menjadi fokus penelitian.
Kolaborasi antara organisasi penelitian menunjukkan potensi besar dalam bidang ini.
Para ilmuwan kini sedang mengembangkan komputer yang menggunakan kluster kecil sel otak manusia yang disebut organoid. Organoid ini dibuat dari sel kulit manusia yang diubah menjadi neuron, lalu disusun dalam sebuah struktur mini yang mampu menjalankan tugas komputasi sederhana. Ide ini berasal untuk menciptakan prosesor yang memakai otak asli, bukan hanya meniru otak dalam silikon seperti chip komputer biasa. Sebuah perusahaan di Swiss bernama FinalSpark menjadi pelopor dalam teknologi ini, menggunakan organoid berisi sekitar 10.000 neuron untuk menguji bagaimana neuron merespons sinyal listrik. Ketika neuron diinjeksikan stimulasi elektrik, mereka memberikan respon berupa lonjakan aktivitas yang mirip dengan sinyal digital pada komputer konvensional. Ini menandai kemajuan penting dalam menghubungkan otak hidup dengan mesin. Salah satu keunggulan utama biokomputasi adalah efisiensinya yang jauh lebih tinggi dibanding prosesor buatan manusia. Neuron biologis bahkan disebut-sebut hingga satu juta kali lebih hemat energi. Hal ini sangat menjanjikan untuk menjawab masalah konsumsi energi besar yang kini dihadapi komputer modern dan kecerdasan buatan. Dilema bagaimana menghidupkan dan merawat organoid menjadi tantangan tersendiri karena organoid tidak memiliki pembuluh darah dan masa hidupnya singkat. Selain mencoba meningkatkan kemampuan belajar organoid, contohnya dengan memberi ‘hadiah’ berupa dopamin untuk melatih neuron, para ilmuwan juga memandang teknologi ini sebagai alat baru untuk meneliti penyakit otak, termasuk Alzheimer dan autisme. Kolaborasi antara institusi riset dan perusahaan FinalSpark menunjukkan antusiasme global terhadap teknologi ini, meski masih awal dan jauh dari penggantian komputer silikon secara penuh. Aspek etika juga sangat diperhatikan, terutama soal kesadaran dan penderitaan organoid. Menurut pihak perusahaan, organoid saat ini belum mampu merasakan sakit atau memiliki kesadaran. Meskipun demikian, pengembangan biokomputasi dapat mengubah cara kita melihat dan menggunakan komputer di masa depan dengan menggunakan jaringan hidup untuk komputasi yang lebih efisien dan mendalam.

Analisis Ahli

Profesor Simon Schultz
Menggarisbawahi tantangan utama terletak pada pemeliharaan organoid yang tidak memiliki pembuluh darah, sehingga masa hidup dan fungsi mereka sangat terbatas saat ini.
Dr. Lena Smirnova
Menegaskan bahwa biokomputasi sebaiknya menjadi pelengkap dan bukan pengganti teknologi silikon, serta berperan penting dalam pengembangan model penyakit manusia dan mengurangi penggunaan hewan dalam eksperimen.