Mengapa Disney Pilih Ulang Moana Jadi Film Live-Action Demi Untung Besar
Bisnis
Marketing
18 Nov 2025
279 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Remake live-action Moana diharapkan menghasilkan keuntungan besar bagi Disney.
Kritik terhadap film live-action sebelumnya menunjukkan risiko yang ada dalam produksi remake.
Disney mungkin kehabisan film klasik untuk di-remake seiring dengan berjalannya waktu.
Disney kembali merilis trailer untuk versi live-action film Moana, yang terlihat seperti salinan persis dari versi animasinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa film layar animasi yang sudah sangat sukses dan dicintai dibuat ulang dengan cara yang sangat mirip dan hanya mengganti animasi dengan aktor nyata. Jawaban utamanya sebenarnya sangat sederhana, yaitu demi keuntungan besar alias uang banyak.
Strategi Disney ini sudah menjadi tren sejak beberapa tahun terakhir, di mana mereka mengadaptasi film-film animasi populer menjadi versi live-action setiap tahun. Dengan mengikuti adegan dan dialog dari film aslinya, mereka bisa menghemat banyak waktu dan biaya pengembangan cerita serta produksi. Hal ini membuat film-film ini nyaris seperti ‘uang gratis’ karena pasti akan menarik banyak penonton yang sudah mengenal dan menyukai aslinya.
Misalnya, untuk Moana, penulis memprediksi bahwa film live-action ini akan masuk ke dalam klasifikasi blockbuster dengan pendapatan lebih dari satu miliar dolar. Meski biaya produksinya tinggi, uang yang masuk ke Disney diyakini akan jauh melebihi biaya tersebut. Namun tidak semua film berhasil seperti ini, terbukti dengan film Snow White live-action tahun ini yang justru gagal di pasar dan menuai kritik dari berbagai pihak.
Di sisi lain, ada kekhawatiran soal daya tahan formula ini. Disney akan mulai kehabisan film animasi klasik yang cocok di-remake, terutama yang memiliki cerita modern dan kompleks seperti Toy Story, Finding Nemo, atau Inside Out. Meski demikian, tidak ada yang bisa memastikan apakah mereka akan tetap mencoba membuat versi live-action dari film-film tersebut di masa depan.
Secara keseluruhan, meskipun terkesan kreatifitas mulai mandek karena remake sangat mirip versi animasinya, Disney tetap menghasilkan keuntungan besar dan penonton pun antusias. Namun, tren ini bisa menyebabkan kejenuhan dan menantang Disney untuk menemukan arah kreatif baru yang bisa menarik perhatian penonton tanpa hanya mengandalkan remake.
