China Dorong Chip AI Lokal Lawan Dominasi Amerika Serikat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
17 Nov 2025
230 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Persaingan teknologi antara AS dan China semakin intensif, terutama dalam kecerdasan buatan.
China berusaha mandiri dalam pengembangan chip AI untuk mengurangi ketergantungan pada AS.
Baidu dan Huawei sedang memimpin inovasi di sektor chip AI dengan produk-produk terbaru mereka.
Amerika Serikat dan China tengah terlibat dalam persaingan sengit di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI). AS membatasi ekspor chip AI canggih ke China untuk mencegah China menggunakan teknologi tersebut untuk kepentingan militer. Kebijakan ini justru memotivasi China agar mengembangkan chip AI secara mandiri.
Pemerintah China mendorong perusahaan teknologi lokal untuk menggunakan chip buatan dalam negeri dengan memberikan insentif, seperti diskon listrik 50% untuk data center yang memakai chip lokal. Ini upaya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar terutama AS.
Baidu, perusahaan teknologi China, memperkenalkan dua chip baru, M100 dan M300, yang akan dirilis pada 2026 dan 2027. Chip ini dirancang untuk menangani tugas inferensi dan pelatihan AI, sehingga meningkatkan kemampuan AI secara signifikan.
Selain itu, Baidu juga mengumumkan produk supernode Tianchi 256 yang terdiri dari banyak chip untuk meningkatkan performa secara keseluruhan. Produk ini bahkan diklaim lebih kuat dari sistem chip canggih dari perusahaan Amerika seperti Nvidia.
Baidu juga merilis versi terbaru dari model bahasa besar Ernie yang dapat mengolah teks, gambar, dan video dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa China tidak hanya fokus pada hardware tapi juga software AI berkualitas tinggi.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pengembangan chip AI oleh China mencerminkan pentingnya kontrol teknologi nasional dan akan mempercepat kemajuan AI secara global.Fei-Fei Li
Investasi China dalam chip lokal dan AI bisa mengubah lanskap persaingan dan memperkuat posisi teknologi mereka di pasar internasional.
