
Courtesy of Forbes
Solusi Pintar Gabungkan Agrivoltaik dan Stasiun Pengisian EV di Pedesaan
Menggabungkan instalasi agrivoltaik dengan stasiun pengisian kendaraan listrik untuk mengatasi kekurangan infrastruktur pengisian EV di daerah pertanian dan memanfaatkan kelebihan energi surya guna mendukung transisi energi hijau.
16 Nov 2025, 21.11 WIB
206 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kendaraan listrik dapat diisi menggunakan energi surya dari agrivoltaik, mengurangi kecemasan jarak.
- Agrivoltaik dapat meningkatkan hasil pertanian dan menyediakan energi terbarukan yang melimpah.
- Investasi dalam agrivoltaik akan berkembang seiring dengan peningkatan permintaan untuk energi bersih dan efisiensi pertanian.
Oregon, Amerika Serikat - Banyak orang masih ragu membeli kendaraan listrik karena takut kehabisan pengisian baterai, terutama di daerah pedesaan yang jarang memiliki stasiun pengisian. Sementara itu, para petani di Amerika Serikat dan Kanada semakin banyak memasang panel surya di lahan mereka untuk meningkatkan hasil panen, suatu konsep yang disebut agrivoltaik.
Agrivoltaik memungkinkan tanaman tumbuh lebih baik di bawah naungan panel surya sekaligus menghasilkan listrik lebih dari kebutuhan petani sendiri. Produksi listrik surplus ini menciptakan energi terbarukan yang murah dan melimpah, namun bisa menyebabkan kelebihan pasokan listrik jika tidak dikelola dengan baik.
Penelitian menunjukkan bahwa energi surya berlebih ini bisa dipakai untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil lewat pemanas berbasis pompa panas dan sangat cocok untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik. Dengan memanfaatkan lahan pertanian yang tersebar luas di Amerika Serikat dan Kanada, solusi ini dapat memperluas jangkauan stasiun pengisian EV.
Sebuah studi di Oregon menemukan bahwa cukup 12.000 acre lahan agrivoltaik untuk menyediakan listrik bagi 86% titik pengisian kendaraan listrik di sepanjang jalan raya pedesaan. Ini akan mengurangi rasa khawatir pengendara EV tentang jarak tempuh dan membantu pengurangan emisi karbon.
Pasar agrivoltaik sendiri sangat besar dan terus tumbuh dengan nilai mencapai 4,59 miliar dolar AS tahun lalu dan diperkirakan melonjak menjadi 13,88 miliar dolar AS pada tahun 2034. Investasi dibutuhkan agar lebih banyak petani dapat memasang sistem ini, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di seluruh kawasan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/joshpearce/2025/11/16/can-cheap-electricity-from-agrivoltaics-give-evs-the-power-they-need/
[1] https://www.forbes.com/sites/joshpearce/2025/11/16/can-cheap-electricity-from-agrivoltaics-give-evs-the-power-they-need/
Analisis Ahli
Daniel Kammen (profesor energi terbarukan dari UC Berkeley)
"Menggunakan agrivoltaik untuk kebutuhan infrastruktur EV adalah contoh sempurna dari sistem energi terdistribusi yang berkelanjutan dan akan mempercepat transisi energi bersih global."
Elaine Hart (peneliti energi dan kebijakan lingkungan)
"Masalah utama adalah pembiayaan awal tetapi potensi keuntungannya besar, sehingga kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang akan krusial untuk merealisasikan potensi ini."
Analisis Kami
"Penggabungan agrivoltaik dengan pengisian EV adalah solusi inovatif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien dan menurunkan hambatan investasi. Jika didukung oleh kebijakan dan investasi yang tepat, ini bisa menjadi model global bagi integrasi energi bersih dan mobilitas listrik di wilayah luas berbasis pertanian."
Prediksi Kami
Kombinasi agrivoltaik dan infrastruktur pengisian EV akan meningkat pesat, memungkinkan terciptanya jaringan pengisian EV yang lebih luas di area pertanian, mengurangi kecemasan jarak tempuh dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di pedesaan.




