Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Helikopter Black Hawk Terbang Jarak Jauh dengan Kendali Sentuh, Masa Depan Operasi Militer

Teknologi
Robotika
robotics (4mo ago) robotics (4mo ago)
16 Nov 2025
281 dibaca
2 menit
Helikopter Black Hawk Terbang Jarak Jauh dengan Kendali Sentuh, Masa Depan Operasi Militer

Rangkuman 15 Detik

Demonstrasi penerbangan Black Hawk secara jarak jauh menandai kemajuan dalam otonomi penerbangan militer.
Sistem ALIAS memungkinkan helikopter untuk beroperasi dengan lebih aman di lingkungan yang berisiko tinggi.
Inovasi dalam teknologi penerbangan dapat mengubah cara misi militer dilakukan di masa depan.
Teknologi militer terus mengalami kemajuan dengan adanya demonstrasi terbaru dari Departemen Pertahanan AS yang memperlihatkan Sekretaris Pete Hegseth mengendalikan helikopter UH-60 Black Hawk dari jarak jauh melalui layar sentuh. Demonstrasi ini dilakukan di markas DARPA dan menunjukkan bagaimana helikopter bisa dikendalikan tanpa perlu pilot secara langsung di dalam pesawat. Helikopter Black Hawk yang telah digunakan sejak tahun 1970-an kini ditingkatkan dengan sistem ALIAS, sebuah teknologi otonom yang dikembangkan bersama oleh DARPA dan Sikorsky. Sistem ini memungkinkan helikopter untuk terbang dengan otonomi tinggi atau dikendalikan dari jarak jauh menggunakan sensor, kamera, dan perangkat lunak canggih seperti machine learning. Perkembangan ini sangat penting karena menghadapi ancaman yang semakin canggih dari sistem pertahanan udara dan perang elektronik. Dengan mengoperasikan helikopter secara remote, risiko pilot terkena serangan bisa diminimalkan, sehingga misi-misi seperti pengangkutan, evakuasi medis, dan operasi khusus bisa dilakukan dengan lebih aman dan efisien. DARPA dan mitra telah menguji teknologi ini sejak 2022, termasuk terbang sepenuhnya otomatis tanpa awak. Penambahan fitur kendali jarak jauh memudahkan pilot mengatur misi tanpa harus berada di dalam helikopter, memungkinkan fleksibilitas baru dalam operasi militer. Teknologi ini juga telah dipresentasikan secara publik dan kini terus dikembangkan untuk adopsi lebih luas di militer. Masa depan helikopter militer diprediksi akan banyak menggunakan sistem otonom dan kendali jarak jauh guna memperluas kemampuan dan mengurangi risiko bagi personel. Meski teknologi ini mengesankan, tantangan seperti keamanan siber dan pengujian lapangan masih perlu dijalani sebelum teknologi ini benar-benar diterapkan secara luas.

Analisis Ahli

Stuart Young
Kombinasi perangkat lunak otonom dan perangkat keras dalam ALIAS akan membuat penerbangan helikopter menjadi lebih cerdas dan aman, sekaligus mengurangi beban kerja pilot secara signifikan.