Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Model Harga Per-User Di SaaS Tetap Bertahan Meski Banyak Dikritik

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
15 Nov 2025
84 dibaca
2 menit
Kenapa Model Harga Per-User Di SaaS Tetap Bertahan Meski Banyak Dikritik

TLDR

Model harga per pengguna memberikan prediktabilitas biaya yang penting bagi perusahaan.
Harga berbasis penggunaan hanya efektif jika penggunaan langsung berkaitan dengan nilai yang diberikan.
Perusahaan sering kali lebih memilih model harga yang mudah dipahami daripada yang adil secara teori.
Banyak perusahaan SaaS seperti Slack, Microsoft Teams, dan Google Workspace menggunakan model harga per-seat atau per pengguna. Meskipun banyak orang mengeluh bahwa model ini tidak adil dan ketinggalan zaman, model ini tetap dipertahankan karena memberikan kemudahan dalam prediksi biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan oleh perusahaan.Model harga berbasis penggunaan terdengar ideal karena penggunanya hanya membayar sesuai dengan apa yang mereka gunakan. Contohnya seperti layanan AWS dan Twilio. Namun, untuk sebagian besar software bisnis, sulit menentukan nilai dari setiap unit penggunaan, misalnya berapa nilai satu pesan yang dikirim di Slack atau berapa nilai sebuah pencarian di aplikasi komunikasi.Banyak perusahaan yang mencoba pricing berbasis penggunaan untuk software mereka gagal, seperti startup yang mengenakan biaya per tugas di alat manajemen proyek dan akhirnya membuat pengguna mengurangi jumlah tugas yang dibuat demi menekan biaya. Ini menunjukkan bahwa harga berbasis penggunaan tidak selalu mencerminkan nilai sebenarnya dari penggunaan software tersebut.Model per-seat pricing sederhana karena hanya menghitung jumlah pengguna yang menggunakan software. Hal ini membantu tim keuangan perusahaan dalam menganggarkan biaya tanpa kejutan dan membantu pengguna merasa bebas menggunakan produk tanpa memikirkan biaya tambahan setiap kali menggunakan fitur tertentu.Negosiasi harga dalam model per-seat juga kerap terjadi, terutama untuk pelanggan besar yang mendapatkan potongan besar dan terkadang lisensi tidak terpakai. Namun, ini tetap memberikan pendapatan yang dapat diprediksi bagi perusahaan SaaS dan memungkinkan pertumbuhan pendapatan yang berjalan seiring dengan pertambahan karyawan pelanggan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.