AI summary
Pengeluaran perangkat lunak meningkat secara signifikan, dengan banyak perusahaan menghabiskan lebih dari setengah anggaran TI mereka untuk perangkat lunak. Model harga berbasis konsumsi dan integrasi AI generatif menyebabkan kesulitan dalam pelacakan pengadaan dan mengakibatkan pemborosan. Perusahaan disarankan untuk mengevaluasi kembali penggunaan perangkat lunak yang ada dan mempertimbangkan alternatif yang lebih hemat biaya. Perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola pengeluaran perangkat lunak mereka. Penambahan vendor baru dan model harga berbasis konsumsi membuat pengadaan perangkat lunak tidak hanya mahal tetapi juga sulit diawasi. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan menghabiskan lebih dari separuh anggaran teknologi hanya untuk perangkat lunak saja.Model harga perangkat lunak terus berubah dari lisensi permanen menjadi berbasis konsumsi, yang membuat pengeluaran sulit diprediksi dan mengakibatkan banyak perangkat lunak yang sebenarnya tidak digunakan tetapi tetap berbiaya. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan besar bagi departemen pengadaan dan IT untuk lebih jeli dan strategis dalam memilih dan mengelola perangkat lunak.Integrasi teknologi terbaru seperti generative AI ke dalam perangkat lunak semakin meningkatkan kompleksitas biaya, tidak hanya dari segi lisensi tapi juga tuntutan infrastruktur cloud yang lebih besar. Ini berarti perusahaan harus siap menghadapi lonjakan tagihan cloud yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi awalnya.Boston Consulting Group menyarankan agar perusahaan membangun kemitraan yang lebih baik dengan vendor, mengurangi pemborosan dengan menghilangkan perangkat lunak yang tidak diperlukan, serta memperbaiki efisiensi sistem yang sudah ada. Pendekatan ini menjadi kunci penting dalam mengendalikan biaya di tengah pesatnya pertumbuhan pengeluaran perangkat lunak.Walaupun ada usaha dari organisasi seperti FinOps Foundation untuk standarisasi penagihan perangkat lunak, tantangan tetap besar karena banyaknya vendor dengan model harga yang berbeda. Perusahaan perlu meningkatkan kemampuan internalnya dalam mengelola dan mengoptimalkan pengeluaran perangkat lunak agar tetap kompetitif secara finansial.
Perubahan drastis dalam model harga perangkat lunak dan munculnya teknologi AI memaksa perusahaan untuk benar-benar mengubah pendekatan pengelolaan pengeluaran TI mereka. Tanpa strategi proaktif dan investasi pada pengelolaan biaya yang cermat, banyak organisasi akan kesulitan mempertahankan anggaran TI yang sehat di tengah ledakan kompleksitas ini.