Kominfo Wajibkan Operator Bangun Infrastruktur Anti-Scam Lindungi Masyarakat
Teknologi
Keamanan Siber
14 Nov 2025
33 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pentingnya pembangunan infrastruktur anti-scam untuk melindungi masyarakat dari penipuan digital.
Tingkat kerugian yang signifikan akibat penipuan digital menunjukkan perlunya tindakan lebih tegas.
Keterlibatan operator seluler sangat diperlukan dalam upaya pencegahan penipuan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperingatkan masyarakat Indonesia bahwa kasus penipuan digital melalui telepon, SMS, WhatsApp, dan email terus meningkat dengan frekuensi yang sangat tinggi. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa fenomena ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan solusi serius dari semua pihak.
Menurut laporan Penipuan Asia GASA 2024, 65% masyarakat Indonesia mengalami upaya penipuan tiap minggu, yang berarti setidaknya sekali dalam tujuh hari warga menerima pesan-pesan scam. Selain itu, data Otoritas Jasa Keuangan melalui Indonesia Anti-Scam Center mencatat kerugian total mencapai Rp7,500 triliun dari November 2024 hingga Oktober 2025.
Dari seluruh kerugian besar tersebut, hanya sekitar Rp367 miliar yang berhasil didapat kembali, menandakan tingkat pemulihan yang masih sangat rendah yaitu sekitar 5,4%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat rentan terhadap modus-modus penipuan digital yang semakin canggih dan merugikan.
Sebagai langkah penanggulangan, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid akan mengumumkan aturan baru yang mewajibkan seluruh operator seluler membangun infrastruktur dan teknologi anti-scam demi melindungi pelanggan dari penipuan digital. Fokus utama adalah menghadang praktik masking nomor yang sering digunakan penipu untuk menyembunyikan identitas asli.
Tindakan ini diharapkan mampu menekan angka penipuan dan kerugian yang dialami masyarakat. Namun, keberhasilan program ini juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat serta keseriusan operator dalam menjalankan tanggung jawab mereka untuk menjaga keamanan komunikasi digital.
Analisis Ahli
Andri Yansyah (Ahli Keamanan Siber)
Penipuan digital saat ini sudah sangat canggih dan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, operator, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya.Siti Nurhayati (Pengamat Telekomunikasi)
Masking nomor memang menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diatasi dengan teknologi terbaru dan regulasi yang jelas agar pengguna telekomunikasi terlindungi dari scam.

