Kapsul Taikonaut China Terkena Debris Ruang Angkasa, Misi Tertunda
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Nov 2025
144 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kapsul kembali Shenzhou-20 mengalami penundaan akibat terkena debris ruang angkasa.
Chen Dong memecahkan rekor untuk hari terbanyak yang dihabiskan oleh astronaut Tiongkok di luar angkasa.
Peningkatan jumlah debris di orbit Bumi dapat menyebabkan masalah serius bagi misi luar angkasa di masa depan.
Tiga astronaut Cina, yang dikenal sebagai taikonaut, telah terpaksa menunda kepulangan mereka ke Bumi setelah kapsul mereka di stasiun ruang angkasa Tiangong diduga terkena serpihan kecil di luar angkasa. Ini terjadi hanya beberapa jam sebelum jadwal pengembalian yang direncanakan pada awal November 2024.
China Manned Space Agency (CMSA) telah menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden ini dengan melakukan analisis dampak dan penilaian risiko untuk memastikan keamanan semua kru yang ada di stasiun. Selama misi, para taikonaut telah tinggal di Tiangong sejak April dan angka delay ini memperpanjang rekam jejak lama Chen Dong di luar angkasa.
Kapsul Shenzhou yang digunakan dalam misi ini terdiri dari tiga bagian utama; daya dan propulsi, ruang hidup kru, dan modul pengembalian dengan parasut. Jika bagian mana pun dari kapsul ini tidak aman, CMSA mungkin akan mengevakuasi kru mengunakan kapsul cadangan yang disiapkan untuk misi tersebut.
Fenomena serpihan ruang angkasa bukanlah hal baru di orbit rendah Bumi. Tiangong sebelumnya pernah mengalami kerusakan akibat debris yang memukul panel surya dan bahkan International Space Station (ISS) juga harus sering menghindar untuk menghindari tabrakan. Masalah ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah sampah ruang angkasa yang berputar bersama semakin banyaknya satelit dan misi luar angkasa.
Para ahli memperingatkan bahaya terjadinya fenomena Kessler Syndrome, yaitu efek domino tabrakan antar sampah ruang angkasa yang akan mempersulit maupun bahkan menghalangi aktivitas di orbit rendah Bumi. Berbagai upaya mitigasi sedang diuji oleh badan antariksa dan perusahaan swasta demi mencegah krisis ini.
Analisis Ahli
Dr. Lisa Portree
Insiden tabrakan dengan debris adalah peringatan nyata bahwa perlindungan terhadap astronot dan peralatan di orbit rendah Bumi harus menjadi prioritas utama untuk mencegah gangguan serius terhadap program antariksa manapun.