Shenzhou-20 Ditunda Pulang karena Dampak Debris di Stasiun Luar Angkasa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
05 Nov 2025
284 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Shenzhou-20 ditunda demi keselamatan astronaut.
Dampak debris luar angkasa menjadi perhatian utama dalam misi luar angkasa.
Latihan pendaratan dan kesiapan darurat merupakan bagian penting dari misi luar angkasa.
China menunda kepulangan dari misi luar angkasa Shenzhou-20 setelah dugaan benturan oleh sampah ruang angkasa kecil ditemukan pada kendaraan pengembalian. China Manned Space Agency menyatakan bahwa langkah penundaan ini diambil demi keselamatan para astronot dan keberhasilan misi.
Saat ini, ada dua kendaraan luar angkasa yang terdok secara bersamaan di stasiun luar angkasa China yang bernama Tiangong. Kapsul pengembalian Shenzhou-20 yang menjadi kendaraan pulang para astronot diperkirakan menjadi bagian yang terdampak dampak benturan tersebut.
Tiga astronot Shenzhou-20 yang berada di orbit sejak April 2023 yaitu Chen Dong, Wang Jie, dan Chen Zhongrui, direncanakan kembali ke Bumi dengan mendarat di Dongfeng, Inner Mongolia. Namun, perencanaan ini harus diubah karena adanya risiko dampak kerusakan akibat debris.
Selain itu, dalam beberapa hari terakhir, kru baru juga telah tiba dan dilakukan serah terima kunci fasilitas di stasiun luar angkasa Tiangong. Persiapan menghadapi pendaratan sudah dilakukan oleh tim di lokasi dengan latihan dan tes dukungan medis serta komunikasi secara intensif.
Kini, pihak berwenang sedang melakukan analisa dampak dan penilaian risiko terkait benturan debris ini untuk menentukan waktu aman bagi misi Shenzhou-20 kembali ke Bumi agar seluruh proses pendaratan berjalan lancar dan aman.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Astrofisikawan)
Penundaan ini adalah langkah yang bijak karena debris kecil di orbit bisa menyebabkan kerusakan fatal pada kendaraan luar angkasa, meskipun ukurannya kecil. Ini menegaskan kebutuhan terhadap sistem deteksi dan mitigasi debris yang lebih mutakhir.