SoftBank Lepas Saham Nvidia 5,83 Miliar Dolar Demi Investasi Besar di AI
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
12 Nov 2025
7 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
SoftBank menjual saham Nvidia untuk mendanai proyek AI.
Ada keraguan mengenai potensi pengembalian dari investasi besar di teknologi.
Pergerakan harga saham SoftBank mencerminkan ketidakpastian di pasar teknologi.
SoftBank Group menjual seluruh sahamnya di Nvidia senilai 5,83 miliar dolar AS sebagai langkah pendanaan untuk berbagai proyek kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil meski ada ketidakpastian dari para investor tentang apakah investasi besar dalam teknologi ini akan menghasilkan keuntungan yang memadai.
Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, tengah mengalihkan sumber dana dari investasi lama untuk membiayai proyek baru yang berkaitan dengan AI, termasuk pembangunan pusat data Stargate bersama OpenAI dan Oracle, serta pabrik robot di Amerika Serikat.
Namun, ada perdebatan yang semakin intens terkait apakah pengeluaran besar oleh perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Alphabet, yang diperkirakan akan melampaui 1 triliun dolar dalam beberapa tahun ke depan, benar-benar akan membuahkan hasil yang setimpal.
Harga saham SoftBank turun lebih dari 10 persen di bursa Tokyo pada hari Rabu, menandakan bahwa para investor masih khawatir dengan nilai tinggi dari saham teknologi. Demikian juga, saham Nvidia mengalami penurunan hingga 3,9 persen setelah sebelumnya naik 48 persen tahun ini.
Meski demikian, SoftBank berambisi menjadi pemain utama dalam ekosistem AI dengan mengandalkan investasi di perusahaan kunci seperti OpenAI dan Ampere Computing. Penjualan saham Nvidia disebut sebagai langkah pendanaan yang diperlukan, bukan karena masalah dengan Nvidia secara langsung.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Investasi besar-besaran dalam AI adalah tanda positif bahwa teknologi ini sedang menuju adopsi massal, tapi manajemen risiko dan evaluasi hasil jangka pendek tetap penting.Mary Meeker
Valuasi sektor teknologi, terutama AI, harus dipertimbangkan dengan hati-hati, karena banyak perusahaan saat ini masih berfokus pada pertumbuhan pengguna tanpa keuntungan langsung.