Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tiga Ledakan Matahari Kuat Picu Aurora Hingga Amerika Serikat Selatan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
12 Nov 2025
300 dibaca
2 menit
Tiga Ledakan Matahari Kuat Picu Aurora Hingga Amerika Serikat Selatan

Rangkuman 15 Detik

Tiga ledakan plasma matahari sedang menuju Bumi, meningkatkan kemungkinan aurora.
Flare X5.1 adalah yang terkuat di tahun 2025, berpotensi menyebabkan gangguan di Bumi.
Badai geomagnetik G4 dapat memiliki efek signifikan terhadap infrastruktur dan teknologi.
Tiga lontaran besar plasma matahari, yang dikenal sebagai coronal mass ejections (CMEs), sedang menuju Bumi setelah berasal dari bintik matahari aktif AR4274 yang sangat kuat. Dua lontaran pertama dipicu oleh ledakan sinar matahari kelas X1.7 dan X1.2 yang terjadi pada 9 dan 10 November, sementara lontaran ketiga jauh lebih besar dan disebabkan oleh ledakan X5.1. Fenomena ini diperkirakan akan memicu badai geomagnetik dengan tingkat keparahan G4 pada skala NOAA, yang merupakan salah satu dari tingkat terkuat dan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan listrik, radio gelombang rendah, serta sistem GPS. Gangguan ini berpotensi memengaruhi teknologi penting yang kita gunakan sehari-hari. Di sisi lain, akibat dari benturan tiga lontaran plasma ini, aurora atau cahaya utara yang selama ini hanya terlihat di daerah kutub bisa muncul lebih jauh ke selatan, bahkan sampai ke bagian utara California dan Alabama pada tanggal 12 November. Ini merupakan kesempatan unik bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan alami yang langka. Meskipun badai geomagnetik dapat berdampak pada infrastruktur teknologi, bagi masyarakat umum tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan. Mereka yang ingin melihat aurora disarankan mencari lokasi yang gelap dan bersiap dengan mata yang sudah beradaptasi dengan kegelapan, tanpa perlu alat khusus. Fenomena ini muncul di tengah puncak siklus aktivitas Matahari yang terjadi kira-kira setiap 11 tahun, dan diperkirakan saat ini kita memang sedang mengalami masa puncak tersebut. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya pengamatan dan pemantauan cuaca antariksa secara terus menerus untuk mengantisipasi dampaknya.

Analisis Ahli

Dr. Maria Chen, Astrofisikawan
Aktivitas bintik matahari AR4274 menunjukkan bagaimana siklus Matahari mencapai puncaknya dan mempengaruhi atmosfer Bumi secara signifikan. Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dini untuk kesiapan infrastruktur kritis.