Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pusat Data AI di Luar Angkasa: Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
29 Okt 2025
127 dibaca
2 menit
Pusat Data AI di Luar Angkasa: Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Rangkuman 15 Detik

Pusat data di ruang angkasa dapat menyediakan solusi berkelanjutan untuk kebutuhan komputasi yang meningkat.
Menggunakan teknologi yang ada, pusat data di ruang angkasa dapat beroperasi dengan emisi karbon nol.
Implementasi pusat data di ruang angkasa dapat membantu mengurangi tekanan pada sumber daya bumi yang terbatas.
Kebutuhan energi dari pusat data yang digunakan untuk melatih sistem AI generatif semakin meningkat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan biaya operasional. Di kota-kota kecil seperti Singapura, keterbatasan lahan juga menambah tantangan untuk membangun pusat data yang besar dan efektif. Para peneliti dari NTU Singapura mengusulkan konsep penempatan pusat data di orbit rendah Bumi. Dengan menggunakan satelit yang dilengkapi prosesor canggih, data bisa diproses langsung di luar angkasa sehingga besar data yang dikirim ke Bumi bisa dikurangi secara signifikan. Di luar angkasa, pusat data bisa menggunakan energi surya yang tersedia terus menerus dan juga mendapatkan manfaat dari suhu dingin yang ekstrem untuk pendinginan alami. Hal ini memungkinkan operasi pusat data dengan emisi karbon nol dan lebih hemat air dibanding di Bumi. Terdapat dua metode utama yang diusulkan: data center edge di orbit yang memproses data dari satelit lain dan pusat data cloud yang berisi server lengkap di konstelasi satelit. Keduanya dapat menggunakan teknologi peluncuran dan satelit yang sudah ada saat ini. Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI secara masif, solusi ini diharapkan menjadi langkah berani dan inovatif yang membantu menyelesaikan masalah energi dan ruang tanpa merusak lingkungan, sehingga membuka masa depan komputasi yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

Eric Schmidt
Dengan latar belakang teknologi dan penerbangan luar angkasa, Schmidt melihat potensi besar dalam memindahkan pusat data ke orbit untuk mengatasi masalah energi dan ruang, dan ia sudah mulai berinvestasi dengan Relativity Space untuk mewujudkan visi tersebut.