Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Kembangkan Satelit AI Bertenaga Surya untuk Data Center Masa Depan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TheVerge TheVerge
05 Nov 2025
87 dibaca
2 menit
Google Kembangkan Satelit AI Bertenaga Surya untuk Data Center Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Google sedang mengembangkan Proyek Suncatcher untuk menciptakan pusat data luar angkasa.
Pusat data luar angkasa dapat memanfaatkan energi surya secara terus-menerus, mengurangi dampak lingkungan dari pusat data di Bumi.
Tantangan utama termasuk komunikasi antar satelit dan ketahanan TPU terhadap radiasi.
Google memperkenalkan sebuah proyek baru bernama Project Suncatcher yang bertujuan untuk memindahkan chip AI mereka ke satelit bertenaga surya di luar angkasa. Tujuan utama dari ide ini adalah untuk mengatasi tantangan energi yang semakin besar di pusat data yang ada di Bumi, yang membutuhkan listrik sangat besar dan berdampak pada lingkungan serta biaya tinggi. Satelit yang dilengkapi dengan panel surya ini dapat menghasilkan energi hingga delapan kali lebih banyak dibandingkan panel surya di Bumi. Hal ini memungkinkan komputer AI yang disebut Tensor Processing Units (TPU) untuk tetap beroperasi hampir terus-menerus, sehingga memberikan produktivitas yang jauh lebih tinggi. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana cara bagi satelit ini bisa berkomunikasi dengan sangat cepat antar satu sama lain, dengan kecepatan puluhan terabit per detik. Agar bisa mencapai kecepatan tersebut, Google berencana untuk mengatur satelit agar terbang sangat dekat, hanya berjarak beberapa kilometer atau bahkan kurang, yang mana sangat berbeda dari situasi satelit saat ini. Google juga sudah menguji coba TPUs miliknya agar tahan terhadap radiasi di luar angkasa selama lima tahun tanpa mengalami kerusakan permanen. Ini adalah langkah penting untuk menjamin perangkat keras bisa bertahan dalam kondisi luar angkasa yang keras. Meskipun biaya untuk meluncurkan satelit dan pusat data di luar angkasa saat ini masih tinggi, Google memperkirakan bahwa biaya operasionalnya akan menjadi seimbang dengan biaya pusat data di Bumi pada tahun 2030-an. Rencana mereka adalah meluncurkan satelit uji coba bersama perusahaan Planet pada tahun 2027 untuk mulai menguji teknologi ini secara nyata.

Analisis Ahli

Travis Beals
Memperkuat bahwa ruang angkasa bisa menjadi tempat terbaik untuk skala komputasi AI di masa depan dengan dukungan energi surya yang stabil dan hampir tak terbatas.
Ahli Teknologi Satelit
Menyoroti tantangan besar dalam komunikasi cepat antar satelit dan risiko tumbukan sampah antariksa yang perlu penanganan inovatif.