Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

COP30 di Brasil: Ulang Tahun ke-10 Perjanjian Paris dan Keadaan Darurat Iklim

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
11 Nov 2025
178 dibaca
2 menit
COP30 di Brasil: Ulang Tahun ke-10 Perjanjian Paris dan Keadaan Darurat Iklim

AI summary

Perjanjian Paris telah memasuki dekade kedua, namun emisi fossil-fuel masih meningkat.
COP30 menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan komitmen yang lebih konkret untuk mengurangi emisi.
Peran masyarakat adat sangat penting dalam diskusi perubahan iklim, karena mereka adalah yang paling terdampak.
Pada saat dunia merayakan sepuluh tahun berlakunya Perjanjian Paris, ternyata emisi karbon dari bahan bakar fosil masih terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa janji dari hampir 200 negara yang berkumpul di COP30 di Belém, Brasil, belum benar-benar membawa dampak yang berarti. Perjanjian Paris dibuat untuk melindungi bumi dengan membatasi kenaikan suhu global, tapi kenyataannya target itu jauh dari tercapai.Menurut laporan dari UNEP, jika kebijakan dan janji yang ada saat ini saja dilakukan, planet ini masih akan menghangat antara 2,3 hingga 2,5 derajat Celsius, lebih tinggi dari target maksimal 1,5 hingga 2 derajat. Perkiraan ini hampir sama dengan tahun lalu yang tidak jauh membaik, menunjukkan kurangnya kemajuan nyata dalam menurunkan emisi global.Situasi menjadi makin mendesak karena data menunjukkan bahwa tahun-tahun terpanas dalam sejarah telah terjadi dalam dekade terakhir, dan bencana terkait cuaca ekstrim semakin sering menyebabkan kerugian besar, seperti yang terjadi di Amerika Serikat dengan lebih dari 14 bencana bernilai miliaran dolar dalam setengah tahun. Ini membuktikan dampak nyata dari perubahan iklim yang dirasakan langsung oleh masyarakat.Meskipun ada tekanan besar untuk bertindak, Presiden COP30 menyatakan preferensi untuk langkah-langkah kecil yang hati-hati dibandingkan keputusan besar yang radikal. Hal ini menunjukkan masih ada ketidakpastian politik dan ekonomi yang menghambat komitmen kuat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara lebih cepat.COP30 mengambil tempat di hutan hujan Amazon, wilayah dengan keanekaragaman hayati dan komunitas adat yang sangat terdampak oleh perubahan iklim. Perwakilan masyarakat adat menuntut aksi nyata dan menegaskan kenyataan keras bahwa krisis iklim bukan hanya soal data dan model, melainkan masalah yang sudah sangat memengaruhi kehidupan mereka.

Experts Analysis

Inger Andersen
Negara-negara sudah tiga kali gagal memenuhi janji mereka dalam kerangka Perjanjian Paris, menunjukkan bahwa komitmen perlu diikuti dengan langkah-langkah lebih konkret dan cepat.
Editorial Note
Pergeseran dari janji ke aksi nyata di COP30 sangat penting, namun sikap berhati-hati dan pendekatan inkremental berisiko gagal mengatasi darurat iklim yang sudah mendesak. Tanpa keberanian politis dan komitmen tegas untuk meninggalkan bahan bakar fosil, masa depan iklim dunia tetap suram dan berdampak besar pada komunitas paling rentan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.