AI summary
Metode daur ulang baru dapat memulihkan nikel dan kobalt dengan tingkat puritas yang sangat tinggi. Penggunaan pelarut eutektik dalam mengurangi limbah berbahaya menjadikan daur ulang baterai lebih berkelanjutan. Proses elektrokimia yang inovatif memungkinkan pemisahan logam yang efisien dan ekonomis. Para peneliti di Korea Selatan berhasil mengembangkan proses daur ulang baterai kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Metode ini dapat memulihkan lebih dari 95 persen nikel dan kobalt dengan tingkat kemurnian hampir sempurna, yang merupakan terobosan besar dibandingkan proses konvensional.Tim dari Ulsan National Institute of Science and Technology menggunakan pelarut khusus bernama deep eutectic solvent, khususnya ethaline, yang terbuat dari etilen glikol dan ion klorida. Pelarut ini mampu membedakan dan mengikat nikel dan kobalt secara selektif, memudahkan pemisahan lewat proses elektrokimia.Proses ini menggantikan penggunaan asam kuat dan berlembar-lembar langkah kimia yang rumit pada metode lama, sehingga mengurangi limbah berbahaya dan biaya pengolahan. Teknologi ini juga bekerja stabil pada suhu tinggi dan memungkinkan pengendapan logam secara bersih melalui elektroda, yang otomatis memurnikan nikel.Dalam pengujian pada campuran sintetis dan leachate baterai sebenarnya, nikel dipulihkan dengan kemurnian 99,1 procent dan kobalt dengan 98,8 procent, dengan efisiensi pemulihan lebih dari 95 procent. Limbah klorin yang terbentuk juga bisa dinetralkan dan pelarut dapat digunakan kembali, memperkecil dampak lingkungan.Para peneliti berharap metode ini dapat merevolusi industri baterai lithium-ion dan berkontribusi pada siklus hidup baterai yang lebih berkelanjutan dengan cara yang lebih bersih, efisien, dan hemat biaya.
Metode ini menunjukkan lompatan besar dalam teknologi daur ulang baterai karena mengatasi masalah utama berupa trade-off antara kemurnian dan efisiensi pemulihan. Jika diimplementasikan secara massal, inovasi ini dapat menurunkan dampak lingkungan sekaligus mengurangi biaya produksi logam kritis, mempercepat transisi ke kendaraan listrik secara global.