AI summary
Disinformasi terkait perubahan iklim meningkat menjelang COP30. Big Carbon dan Big Tech berkontribusi terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan. Inisiatif global diperlukan untuk meningkatkan integritas informasi terkait isu iklim. Konferensi iklim COP30 yang diadakan di Belém, Brasil, menjadi sorotan karena munculnya gelombang misinformasi dan disinformasi yang semakin masif. Beberapa tokoh kontroversial seperti Donald Trump bahkan menyebut perubahan iklim sebagai kebohongan besar. Namun data menunjukkan banyak narasi tidak benar yang menghambat usaha global melawan perubahan iklim.Lembaga Climate Action Against Disinformation dan Observatory for Information Integrity melaporkan peningkatan 267% disinformasi terkait COP, dengan kata-kata negatif seperti 'bencana' dan 'kegagalan' yang sering dikaitkan dalam pembicaraan di media sosial. Bahkan ada video hasil AI yang menampilkan banjir palsu di kota Belém yang sebenarnya tidak pernah terjadi.Fakta yang mengkhawatirkan adalah bahwa perusahaan bahan bakar fosil seperti Shell, ExxonMobil, BP, dan TotalEnergies menginvestasikan jutaan dolar untuk iklan yang menyebarkan informasi menyesatkan tentang perubahan iklim, terutama di platform seperti Facebook. Sementara itu, perusahaan teknologi dinilai lamban dalam menangani masalah ini dan membiarkan banyak konten berbahaya tetap tersebar.UN dan UNESCO menyadari dampak besar dari disinformasi ini terhadap iklim dan demokrasi, sehingga meluncurkan inisiatif Global Initiative for Information Integrity on Climate Change pada tahun lalu. Inisiatif ini bertujuan mendukung jurnalis dan peneliti dalam melawan penyebaran berita bohong dan meningkatkan kualitas informasi iklim.Jika tren disinformasi ini tidak dihentikan, maka perjuangan melawan perubahan iklim akan semakin sulit dan bisa menimbulkan efek negatif lebih luas, termasuk polarisasi masyarakat dan gangguan dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, kerjasama global dan komitmen dari berbagai pihak sangat penting demi melindungi integritas informasi dan masa depan bumi.
Disinformasi iklim bukan hanya ancaman terhadap lingkungan, tapi juga terhadap demokrasi dan kohesi sosial kita. Perlu tindakan tegas dari pemerintah dan perusahaan teknologi agar narasi ilmiah dan fakta bisa menang melawan kebohongan yang disebar dengan cara yang semakin canggih.