Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP29 yang diadakan di Baku, Azerbaijan, teknologi dibahas sebagai kunci untuk mencapai tujuan iklim. Inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi buku besar terdistribusi (DLT) sangat penting dalam sektor keuangan untuk memastikan bahwa dana untuk proyek keberlanjutan digunakan dengan benar. DLT membantu melacak obligasi hijau, sedangkan AI membantu investor menilai kinerja keberlanjutan perusahaan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.Selain itu, teknologi juga berperan dalam mengurangi emisi karbon dan mempersiapkan adaptasi terhadap perubahan iklim. Sistem pemantauan emisi yang canggih memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengurangi jejak karbon mereka. Di bidang pertanian, teknologi pertanian presisi membantu petani beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah. Dengan menggunakan teknologi seperti citra satelit, proyek pengurangan karbon dapat dipantau untuk memastikan efektivitasnya. Hasil dari COP29 menunjukkan bahwa tindakan iklim dan teknologi harus berjalan beriringan untuk mencapai hasil yang nyata dan berdampak.
Penggunaan teknologi canggih seperti AI dan DLT bukan hanya solusi jangka pendek, tapi fondasi yang akan merevolusi cara industri dan keuangan beroperasi dalam konteks iklim. Namun, implementasi yang efektif memerlukan kolaborasi lintas sektor serta kebijakan yang kuat agar teknologi ini benar-benar berkontribusi pada aksi iklim yang inklusif dan berkelanjutan.