Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Koloni Laba-Laba Raksasa di Gua Belerang Perbatasan Albania-Yunani

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
10 Nov 2025
161 dibaca
2 menit
Penemuan Koloni Laba-Laba Raksasa di Gua Belerang Perbatasan Albania-Yunani

Rangkuman 15 Detik

Penemuan koloni laba-laba raksasa menunjukkan perilaku kolonial yang baru diketahui.
Kondisi ekstrem dalam gua belerang menciptakan ekosistem yang unik bagi spesies laba-laba.
Studi ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami adaptasi hewan.
Para peneliti menemukan koloni laba-laba raksasa yang tinggal di jaring sangat besar di dalam gua belerang di perbatasan Albania dan Yunani. Ukuran jaringnya sekitar 106 meter persegi, sebanding dengan luas lapangan bulu tangkis. Temuan ini merupakan salah satu jaringan laba-laba terbesar yang pernah tercatat. Koloni tersebut berisi lebih dari 111.000 laba-laba dari dua spesies, yaitu Tegenaria domestica dan Prinerigone vagans. Keduanya biasanya tidak hidup bersama dalam jumlah besar ataupun berbagi jaring yang sama. Namun di tempat ini, mereka berbagi jaringan raksasa yang tersusun dari ribuan anyaman kecil dan corong. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan gelap total dalam gua menyebabkan keduanya mengubah perilaku alami, dimana yang biasanya memangsa satu sama lain kini justru hidup dengan berbagi makanan yang sama, yaitu lalat kecil yang hidup dari biofilm mikroba belerang di gua tersebut. Air kaya belerang di gua ini mendukung terjadinya rantai makanan unik mulai dari bakteri, kemudian lalat, dan akhirnya laba-laba. Laba-laba dalam gua juga memiliki mikrobioma dan genetika yang berbeda karena telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan ekstrem tersebut. Peneliti menekankan pentingnya pelestarian koloni ini, meski lokasinya berada di zona perbatasan dua negara yang menimbulkan tantangan tersendiri. Studi lanjutan tengah dilakukan untuk memahami lebih dalam kehidupan dan perilaku laba-laba ini dalam ekosistem gua belerang.

Analisis Ahli

István Urák
Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku sosial dan adaptasi genetik pada laba-laba bisa muncul dalam kondisi lingkungan ekstrim, membuka wawasan baru di biologi evolusi dan ekologi gua.