TLDR
Hidroelektrik memiliki dampak lingkungan yang signifikan dan tidak selalu berkelanjutan. Pumped Storage Hydropower (PSH) adalah alternatif yang lebih baik untuk penyimpanan energi. Pentingnya mempertimbangkan dampak deforestasi dan perubahan iklim dalam perencanaan proyek energi. Pendapat Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol tentang tenaga air mendapat tanggapan kritis dari seorang konservasionis yang mengingatkan dampak ekologis serius bendungan hidropower, terutama di negara tropis. Bendungan tersebut menyebabkan kerusakan hutan, mengubah area yang semula menyerap karbon menjadi sumber emisi gas rumah kaca.Penulis menyoroti masalah deforestasi yang akibatnya memperburuk perubahan curah hujan dan menyebabkan kekeringan di wilayah sekitarnya. Hal ini juga berdampak pada produktivitas dan keberlangsungan bendungan itu sendiri, bahkan beberapa harus ditutup karena kapasitasnya menurun drastis.Sebagai alternatif yang lebih aman bagi lingkungan, penulis merekomendasikan penggunaan Pumped Storage Hydropower (PSH), yaitu sistem penyimpanan energi yang sudah terbukti selama lebih dari satu abad dan tidak merusak ekosistem hutan. PSH lebih cocok untuk mendukung energi terbarukan seperti angin dan surya.Penulis juga menolak klaim bahwa bendungan hidropower membawa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. Di berbagai negara berkembang, bendungan justru menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas dan tidak memberikan manfaat air yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat.Kesimpulannya, penting untuk membedakan antara bendungan hidropower tradisional dan sistem PSH. Energi masa depan yang berkelanjutan harus mengintegrasikan solusi penyimpanan energi yang ramah lingkungan, sementara ekspansi bendungan baru harus dihentikan demi melindungi hutan dan menjaga siklus air regional.