Mengatasi Kesenjangan Digital untuk Mendukung Revolusi AI di Indonesia
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Nov 2025
236 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesenjangan akses digital menghambat penerapan AI secara optimal di Indonesia.
Infrastruktur telekomunikasi yang merata penting untuk mendukung transformasi digital.
Kolaborasi antara sektor publik dan swasta diperlukan untuk menciptakan ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan.
Transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia masih menghadapi tantangan besar yaitu kesenjangan akses digital. Banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau oleh infrastruktur digital yang memadai, sehingga penggunaan AI belum optimal. Hal ini menjadi hambatan agar teknologi AI dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.
Pemerataan infrastruktur telekomunikasi menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa manfaat digitalisasi bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pelosok. Tanpa konektivitas yang merata, adopsi AI hanya akan dinikmati sebagian kalangan dan justru memperlebar kesenjangan digital.
Selain infrastruktur, penyusunan blueprint regulasi dan kebijakan AI yang jelas dan tidak tumpang tindih sangat penting. Hal ini diperlukan agar inovasi AI dapat berjalan efektif dan memberi dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional. Pemerintah dan regulator perlu berperan aktif dalam hal ini.
Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan AI di Indonesia. Peningkatan literasi digital dan kemampuan baru harus menjadi prioritas agar masyarakat dan tenaga kerja dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi AI yang pesat.
Untuk membahas berbagai isu ini, acara diskusi 'Coffee Morning CNBC Indonesia Tech and Telco Edition' akan digelar pada 11 November 2025. Forum ini mempertemukan regulator, perusahaan telekomunikasi, dan pelaku industri teknologi untuk mencari solusi atas kesenjangan digital, penyusunan regulasi AI, dan peningkatan literasi digital.
Analisis Ahli
Prof. Budi Santoso (Ahli Teknologi Informasi)
Pemerataan akses dan regulasi yang jelas merupakan fondasi utama agar AI tidak hanya menjadi teknologi elite, tapi juga memberi dampak positif ekonomi dan sosial secara luas.Dr. Ratna Wijaya (Peneliti Digitalisasi Nasional)
Peningkatan literasi digital harus dilakukan secara masif agar masyarakat mampu mengadaptasi perubahan teknologi, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

