Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kecerdasan Buatan Dorong Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi 2045

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
28 Okt 2025
213 dibaca
2 menit
Kecerdasan Buatan Dorong Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi 2045

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara berpenghasilan tinggi.
Dukungan infrastruktur, talenta, dan regulasi yang kuat sangat penting untuk pengembangan AI di Indonesia.
Indonesia perlu bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta teknologi AI untuk mencapai kedaulatan dalam bidang ini.
Indonesia berambisi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin utama untuk keluar dari jebakan middle-income trap dan menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045. Laporan 'Empowering Indonesia 2025' menyatakan bahwa adopsi AI berdaulat berpotensi meningkatkan PDB secara signifikan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. AI diharapkan memberikan dampak besar pada beberapa sektor penting seperti manufaktur, agrikultur, perdagangan grosir dan ritel, serta informasi dan komunikasi. Dengan adopsi AI, Indonesia diperkirakan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 6,8% dan nilai PDB mencapai Rp 123.58 quadriliun (US$7,4 triliun) pada tahun 2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia harus fokus pada lima pilar utama, yakni membangun infrastruktur digital yang kuat, mengembangkan talenta AI yang berkelanjutan, mendorong pertumbuhan industri AI melalui kolaborasi sektor publik dan swasta, meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan, serta memastikan regulasi dan etika AI yang kuat. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 364 startup AI dengan pendanaan lebih dari Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) dan menginisiasi proyek riset nasional seperti Sahabat-AI V2 untuk mendukung pengembangan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Kebutuhan talenta AI juga besar, dengan target 400 ribu tenaga ahli pada 2030 dengan investasi di pendidikan dan pelatihan sebesar Rp 16.17 triliun (US$968 juta) . Para pemimpin industri dan pemerintah menekankan pentingnya kedaulatan AI, agar teknologi ini dapat dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri, bukan hanya menjadi pengguna teknologi asing. Dengan sinergi yang baik, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain global di bidang AI dan mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

Analisis Ahli

Manoj Menon
Indonesia harus bertransformasi dari pengguna menjadi pemain utama dalam ekosistem AI dengan investasi dan pengembangan talenta yang masif.
Vikram Sinha
Sektor telekomunikasi merupakan fondasi penting dalam mendukung ekosistem AI dan membangun kedaulatan teknologi nasional.
Nezar Patria
Inovasi lokal seperti Sahabat-AI menunjukkan Indonesia mulai mampu membentuk teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional.