Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya AI dalam Propaganda Rusia: Penyebaran Konten Palsu Mengancam Kepercayaan Publik

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (7mo ago) cyber-security (7mo ago)
19 Agt 2025
288 dibaca
2 menit
Bahaya AI dalam Propaganda Rusia: Penyebaran Konten Palsu Mengancam Kepercayaan Publik

Rangkuman 15 Detik

Storm-1679 adalah kelompok yang menyebarkan disinformasi pro-Rusia menggunakan teknologi AI.
Penyebaran video palsu dapat mempengaruhi opini publik secara signifikan.
Pemerintah AS sedang menghadapi tantangan dalam menangani misinformasi akibat pemangkasan anggaran pada lembaga terkait.
Kelompok propaganda pro-Rusia bernama Storm-1679 telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat video dan konten palsu yang menyerupai media berita resmi di Amerika Serikat. Mereka meniru berbagai organisasi besar seperti ABC News dan BBC News, sehingga masyarakat sulit membedakan antara berita asli dan palsu. Konten palsu ini sering kali muncul dalam bentuk video deepfake yang melibatkan suara selebritas dan pakar terkenal, seperti video narasi palsu dengan suara aktor Tom Cruise menjelang Olimpiade Paris 2024. Penggunaan teknologi ini membuat disinformasi semakin meyakinkan dan mudah tersebar luas secara online. Beberapa video palsu bahkan sempat viral dan didukung oleh tokoh publik terkenal, seperti Donald Trump Jr. dan Elon Musk yang membagikan skenario hoaks tentang bantuan dari Badan Pembangunan Internasional AS kepada selebritas yang mengunjungi Ukraina. Video-video ini menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi dan pemerintah terkait isu geopolitik. Sayangnya, penanggulangan disinformasi di Amerika Serikat melemah karena pemangkasan anggaran oleh pemerintahan Trump. Kantor yang secara khusus menangani kampanye disinformasi asing ditutup, dan Badan Keamanan Siber juga menghentikan usaha melawan misinformasi terkait pemilu, membuka peluang propaganda untuk semakin merajalela. Para ahli memperingatkan bahwa kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi Rusia dalam perang informasi global. Mereka menekankan pentingnya peningkatan upaya dan sumber daya untuk mengatasi penyebaran disinformasi yang semakin canggih, demi menjaga kepercayaan publik dan keamanan nasional.

Analisis Ahli

McKenzie Sadeghi
Teknologi AI memungkinkan produksi konten pro-Kremlin dalam skala besar dan autentikasi palsu yang sulit dibedakan, memperburuk krisis disinformasi.
Ivana Stradner
Pemangkasan anggaran di lembaga anti-disinformasi AS merupakan mimpi buruk bagi Putin dan mempermudah propaganda Rusia untuk menang di ranah informasi.