Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber Korea Utara: Kripto Dicuri untuk Biayai Senjata Nuklir

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
05 Nov 2025
207 dibaca
2 menit
Serangan Siber Korea Utara: Kripto Dicuri untuk Biayai Senjata Nuklir

Rangkuman 15 Detik

Korea Utara terlibat dalam pencurian besar-besaran melalui serangan siber.
AS menjatuhkan sanksi pada individu dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan ilegal terkait kejahatan siber.
Uang yang dicuri digunakan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara, yang menimbulkan ancaman bagi keamanan global.
Korea Utara telah melakukan serangan siber besar-besaran ke Amerika Serikat, dengan pencurian uang sebesar 3 miliar dolar AS selama tiga tahun terakhir. Sebagian besar uang yang dicuri adalah aset digital kripto, yang menjadi cara baru dalam kejahatan siber modern. Kementerian Keuangan Amerika Serikat pun bertindak dengan menjatuhkan sanksi kepada delapan orang dan dua perusahaan yang diduga terlibat dalam pencucian uang hasil kejahatan siber ini. Sanksi tersebut menyasar para pekerja IT dan lembaga keuangan Korut yang beroperasi di berbagai negara, termasuk China dan Rusia. Menurut pernyataan resmi, uang yang dikumpulkan dari hasil kejahatan ini digunakan untuk membiayai program senjata nuklir Korea Utara. Hal ini menyebabkan ancaman serius bagi keamanan Amerika Serikat dan dunia, mengingat potensi bahaya dari senjata tersebut. Perusahaan IT Korut diduga memanfaatkan tenaga kerja di beberapa kota di China untuk mendukung operasi ilegal ini. Selain itu, lembaga keuangan seperti Ryujong Credit Bank membantu menghindari sanksi dan memfasilitasi transaksi ilegal antarnegara. Laporan terbaru dari berbagai negara juga mengungkap bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea (Korut) secara sistematis melanggar resolusi PBB dan menggunakan kemampuan siber tingkat tinggi yang setara dengan negara-negara besar seperti China dan Rusia untuk mendukung operasi mereka.

Analisis Ahli

John Hurley
"Peretas yang disponsori pemerintah Korut mencuri dan mencuci uang untuk mendanai program senjata nuklir rezim tersebut, secara langsung mengancam keamanan AS dan global."