Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan China-Belanda pada Nexperia Picu Kekacauan Rantai Pasokan Semikonduktor

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (4mo ago) macro-economics (4mo ago)
04 Nov 2025
13 dibaca
2 menit
Ketegangan China-Belanda pada Nexperia Picu Kekacauan Rantai Pasokan Semikonduktor

Rangkuman 15 Detik

Beijing mengkritik Belanda atas ketidakmampuan untuk menyelesaikan sengketa Nexperia, yang memperburuk ketidakstabilan pasokan semikonduktor global.
Tindakan Belanda untuk mengambil alih Nexperia dianggap sebagai respons terhadap tekanan dari Amerika Serikat.
Kontrol ekspor dari Tiongkok dapat memiliki dampak besar pada industri otomotif global yang bergantung pada produk dari Nexperia.
Berita ini membahas sengketa antara China dan Belanda terkait perusahaan semikonduktor Nexperia yang dimiliki oleh pihak China. Belanda mengambil alih kendali perusahaan tersebut dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini merupakan reaksi terhadap tekanan dari Amerika Serikat yang memperluas daftar pembatasan dagang terhadap teknologi dari China. China merasa tindakan Belanda tidak konstruktif dan menyampaikan bahwa hal ini bisa memperburuk ketidakstabilan rantai pasokan semikonduktor global yang penting bagi berbagai industri seperti otomotif dan elektronik. China kemudian membalas dengan menerapkan pembatasan ekspor pada komponen dari unit Nexperia yang ada di China. Meskipun China memberikan pengecualian bagi pesanan chip tertentu yang patuh selama negosiasi baru-baru ini dengan Amerika Serikat, Belanda masih melanjutkan pengambilalihan kontrol tanpa menyelesaikan masalah utama. Hal ini memicu risiko gangguan yang lebih luas dan menambah ketidakpastian industri global. Selain itu, pabrik-pabrik Nexperia di Eropa menghentikan pasokan wafer ke unit China sejak akhir Oktober, padahal sekitar 70% proses pengemasan chip dilakukan di China. Keputusan ini berpotensi memperbesar dampak negatif pada produksi dan distribusi produk teknologi yang sangat bergantung pada rantai pasokan yang kompleks dan terintegrasi. Sengketa ini menjadi cerminan dari persaingan geopolitik antara kekuatan besar di bidang teknologi tinggi. Bagaimana konflik dan kebijakan perdagangan akan berlanjut sangat menentukan stabilitas pasar semikonduktor dunia di masa mendatang, sehingga berdampak pada sektor ekonomi global yang luas.

Analisis Ahli

Dr. Arief Wicaksono (Ekonom Teknologi Indonesia)
Langkah Belanda dan tekanan AS mencerminkan trend geopolitik yang makin tajam dalam sektor teknologi tinggi, di mana negara-negara Barat berusaha mengurangi ketergantungan pada China. Namun, kebijakan seperti ini berisiko menimbulkan friksi dagang yang berakibat pada gangguan pasokan yang luas dan kerugian ekonomi jangka panjang.