Perselisihan Cina-Belanda Soal Nexperia: Penyelesaian Diperkirakan Lambat
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
05 Nov 2025
159 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Resolusi sengketa Nexperia antara China dan Belanda akan memakan waktu.
Kementerian Perdagangan China menunjukkan ketidakpuasan terhadap langkah-langkah Belanda.
Situasi ini dapat mempengaruhi pasokan semikonduktor untuk industri mobil secara global.
Perselisihan antara Cina dan Belanda terkait kendali perusahaan chip Nexperia membuat kondisi pasokan semikonduktor menjadi tidak pasti, terutama untuk industri otomotif global yang sangat bergantung pada chip berkualitas tinggi.
Kementerian Perdagangan Cina menuding Belanda berjalan sendiri tanpa melakukan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik ini. Meski demikian, pemerintah Cina sedang mempertimbangkan pengecualian beberapa pesanan Nexperia dari larangan ekspor yang sudah diberlakukan pada unit Nexperia di Cina.
Nexperia China berusaha mencari sumber foundry alternatif karena fasilitas chip di Belanda yang menjadi induknya menghentikan pasokan wafer ke pabrik di Dongguan. Fakta ini sangat berdampak, karena 70 persen produk Nexperia dirakit di unit Cina tersebut.
Menurut Zhao Zhijiang, peneliti dari Anbound, kedua pihak tidak ingin mengalah terlalu cepat sehingga proses penyelesaian perselisihan ini dipastikan akan berjalan lambat dan bertahap, bukan cepat dan langsung tuntas.
Kesepakatan dagang antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump juga ikut berperan, saat menunda pelaksanaan aturan AS yang memblacklist perusahaan Wingtech Technology, pemilik Nexperia, sehingga situasi geopolitik dan perdagangan menjadi faktor utama dalam konflik ini.
Analisis Ahli
Zhao Zhijiang
Tidak ada pihak yang ingin membuat konsesi terlalu awal, sehingga proses penyelesaian akan berjalan lambat dan tidak cepat.

